4 Bulan Ngungsi, Nelayan Danau Tamblingan Hidup Memprihatikan

1 Agustus 2015, 17:28 WIB
Para%2BNelayan%2Bdan%2BKeluarga%2Bberkumpul%2Bsetelah%2Brumah%2Bmereka%2B%2B%2Bdibakar
Pengungsi nelayan Danau Tamblingan di Kabupaten Buleleng (istimewa)

Kabarnusa.com – Selama empat bulan lebih hidup di pengungsian kondisi 22 kepala keluarga di Danau Tamblingan di Kabupaten Buleleng, Bali sangat memprihatinkan.

Beberapa pihak yang prihatin dengan nasib yang menimpa mereka, terus menggalang bantuan yang diperlukan bagi pengungsi khususnya makanan obat-obatan.

Mereka harus terusir setelah rumahnya dibakar dalam aksi penggusuran pada 25 April 2015 oleh massa mengatasnamakan Catur Desa Tamblingan.

“Sampai, saat ini mereka belum direlokasi, pemerintah daerah lambat hanya sibuk kegiatan seremonial,” tukas Dewa Ayu Putu Sri Wigunawati seorang relawan saat bertemu dengan pengungsi di Danau Tamblingan Kabupaten Buleleng, Sabtu (1/8/2015).

Kata dia, Pemerintah setempat, sudah tidak menggubris surat rekomendasi yang ditandatangi Kepala Ombudsman Perwakilan Bali, Umar Ibnu Alkhatab, agar segera memikirkan tempat tinggal yang layak bagi pengungsi.

“Ombudsman sudah merekomendasikan agar 22 KK direlokasi ke tempat lain,” kata Ketua Forum Perempuan Bali Karya (FPBK) itu.

Faktnya, sudah empat bulan lebih mereka masih hidup di tempat pengungsian.

Yang perlu mendapat perhatian adalah anak-anak dan perempuan masih traumatik akibat peristiwa amuk massa yang bertindak anaris nemerobohkan bangunan semi permanen yang ditinggali selama puluhan tahun itu.

Anak-anak terutama meski sudah bisa ke sekolah namun tetap dalam  tahap pemulihan mental traumatik.

Kedatangannya bersama aktivis LSM lainnya, juga untuk memberikan bantuan sembako dan alat-alat perlengkapan sekolah.

Pihaknya meminta Pemerintah Kabupaten Buleleng, segera menindalanjuti rekomendasi Ombudsman Bali, apalahi sebelumnya Bupati Buleleng Agus Suradnyana berjanji menyiapkan tempat tinggal bagi mereka yang hingga kini belum terwujud. (kto)

Artikel Lainnya

Terkini