Hadapi Pandemi Covid-19, KAHMI Bali Dorong Penguatan Ekonomi Kerakyatan

27 Desember 2020, 16:54 WIB

Pertemuan digelar di Workshop salah satu warga KAHMI ,Restu Bumi
Denpasar Sabtu (26/12/2020) malam/Nur Arianto

Denpasar – Menghadapi pandemi virus corona atau Covid-19 menyadarkan
kembali pentingnya untuk memperkuat ekonomi kerakyatan yang diyakini bisa
menyelamatkan masyarakat dari dampak pendemi.

Dalam konteks bagaimana menyiapkan masyarakat agar tetap bisa bertahan
menghadapi pandemi maka sebagai wadah alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI),
warga KAHMI Bali tergerak untuk memberikan solusi atas persoalan bangsa
sepanjang tahun 2020 yang lebih banyak diwarnai persoalan Covid -19 serta
implikasinya terhadap ekonomi, sosial dan budaya.

Pertemuan digelar di Workshop salah satu warga KAHMI ,Restu Bumi Denpasar,
Sabtu (26/12/2020) malam.

Restu Bumi merupakan unit usaha yang bergerak di bidang manufacture dan
industri kreatif, made by order perkakas rumah tangga semua gagasan konsep
hingga tataran praksis dimatangkan.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan cair itu, mengalir berbagai de dan
gagasan kondisi bangsa tahun 2020 yang muara dan persolannya masih di
seputaran covid-19.

KAHMI Bali memandang, harus ada gerakan kesadaran untuk mempersiapkan tatkala
pertumbuhan ekonomi diprediksi hanya 3% dan barangkali nilai 3% malahan bisa
jadi drop minus atau bahkan stagnan .

Melihat dan mengingat penanganan covid sampai hari ini masih muncul klaster
klaster baru, lebih miris adalah virus covid-19 sudah bermutasi menjadi lebih
berbahaya daripada jenis awal awal virus ini menjangkiti di belahan dunia.

Warga KAHMI Bali, bertekad menyongsong 2021 ingin berbagi ide dan konsep
ekonomi kerakyatan dan ekonomi yang berbasis UMKM.

Cacatan penting lainnya bahwa ,dalam kondisi pandemi covid, kebutuhan pangan
dan asupan gizi, vitamin serta pikiran pikiran positif hingga asa berbagi rasa
kepedulian sesama adalah fundamental survival komunitas dalam bertahan dan
melawan Covid-19.

Seraya berharap vaksin yang sedang diupayakan pemerintah bisa efektif dan
efisien dalam mencegah pandemi semakin meluas persebarannya.

Hadir sebagai pemantik diskusi, Harry Soemarno selaku Dewan Pakar KAHMI Bali
berharap stakeholder KAHMI yang terdiri berbagai disiplin ilmu, profesi dan
kompetensi bisa bersatu padu merancang dan membuat konsep strategis kegiatan
berbasis ekonomi kerakyatan sebagaimana yang diharapkan pemerintah.

Dalam kondisi pandemi seperti ini, peran UMKM menjadi penyelamat kehidupan
rakyat yang tercerai berai dalam berbagai sektor. Sebagai contoh, Mas Harry
panggilan akrabnya, tahun 2020 berani dan sedikit nekat,membuka usaha UMKM
kuliner oleh oleh khas Bali yakni ; Wingko Bali dan Pie Susu Bali.

Salah satu usaha bisnis produk kuliner oleh-oleh yang digeluti Hary
Sumarno, anggota KAHMI Bali

“Ahamdulilah sudah ada orderan rutin dari satu komunitas dan kelompok teman
antar teman” ungkap konsultan pajak ini. Selain itu, muncul ide-ide bagaimana
Bali sebagai destinasi pariwisata dunia , harus bangkit dan berbenah.

Tatang BSP, selaku seniman lukis yang menjadi kreator dan sekaligus konseptor,
yang bergelut dalam pagelaran performing art di lapangan puputan kota Denpasar
dari akhir tahun hingga menjelang 2021, memandang perlunya mengabarkan,
menggairahkan bahwa Bali siap menerima wisatawan dengan standar Protokol
Kesehatan atau prokes covid.

Pada bagian akhir acara muncul gagasan, dalam waktu dekat warga KAHMI akan
membuat kegiatan kegiatan Webinar via zoom terkait UU CIPTA KERJA. Kluster
Perpajakan, akan coba disampaikan secara teoritis dan praktis yang akan
dihelat pada bulan januari 2021.

“Semoga kami bisa memberikan wahana pengetahuan dan terobosan pemikiran dalam
kapasitas kami,” ujar akhir diskusi oleh Habib Setyo Prayogo selaku Presidium
KAHMI Bali dalam acara yang dihadiri mantan aktivis HMI dari berbagai daerah
itu. (tok)

Artikel Lainnya

Terkini