1.240 Santri Kumpul di Sleman: Salat Istisqa hingga Program Santripreneur!

Bupati Sleman, Harda Kiswaya dalam amanat tertulis menekankan pentingnya peran santri dalam menjaga tradisi keilmuan Islam sembari tetap adaptif merespons perkembangan zaman.

22 Oktober 2026, 21:44 WIB

Sleman -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menggelar Upacara Peringatan Hari Santri 2026 di Lapangan Pemda Sleman pada Kamis (22/10/2026).

Sebanyak 1.240 santriwan dan santriwati dari berbagai pondok pesantren di wilayah Kabupaten Sleman tampak antusias memadati lokasi acara untuk mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.

Rangkaian acara diawali secara khusyuk dengan pelaksanaan salat istisqa berjamaah demi memohon petunjuk dan turunnya hujan di tengah musim kemarau yang melanda.

Bertindak sebagai imam sekaligus khatib dalam salat tersebut, Rais Syuriah PWNU DIY KH. Mas’ud Masduki, mengajak seluruh santri dan jemaah untuk senantiasa memperkuat dimensi spiritual.

“Kesadaran spiritual, pengakuan atas kekhilafan, serta permohonan ampun yang tulus kepada Allah SWT menjadi kunci dibukanya pintu berkah dari langit, termasuk diturunkannya hujan yang membawa manfaat bagi masyarakat,” tutur KH. Mas’ud Masduki dalam khotbahnya.

Usai salat istisqa, agenda dilanjutkan dengan upacara bendera yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Sleman, Abu Bakar, yang bertindak sebagai inspektur upacara.

Dalam kesempatan tersebut, Abu Bakar membacakan amanat tertulis dari Bupati Sleman, Harda Kiswaya, yang mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”.

Amanat tersebut menekankan pentingnya peran santri dalam menjaga tradisi keilmuan Islam sembari tetap adaptif merespons perkembangan zaman.

Santri juga diingatkan untuk memegang teguh falsafah Jawa Sangkan Paraning Dumadi—agar selalu ingat akan asal-usul, menghormati kiai dan guru, serta merawat kerukunan bangsa demi menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Saya berpesan agar santri masa kini mampu memadukan kedalaman ilmu agama dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, menjaga akhlak, serta adaptif terhadap perubahan zaman dengan memegang prinsip man jadda wa jadda,” ujar Sekda Sleman, Abu Bakar, saat menyampaikan pesan tertulis Bupati Sleman.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, BAZNAS Kabupaten Sleman menyerahkan bantuan modal usaha secara simbolis melalui Program Santripreneur kepada 33 pondok pesantren.

Program yang telah berjalan selama tiga tahun berturut-turut ini ditujukan untuk mendorong kemandirian ekonomi pesantren, menumbuhkan jiwa kewirausahaan para santri, serta memperkuat sektor usaha produktif di lingkungan pondok pesantren.***

 

Berita Lainnya

Terkini