Yogyakarta – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 6 Yogyakarta melaporkan sebanyak 82.295 tiket kereta api reguler untuk masa Angkutan Lebaran 2026 telah ludes terjual per Senin (9/2/2026).
Mayoritas pemesan masih memfokuskan keberangkatan pada tanggal-tanggal mendekati dan sesudah Hari Raya.
Manager Humas Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menjelaskan meskipun beberapa tanggal favorit mulai padat, ketersediaan tiket pada awal periode Angkutan Lebaran masih terbuka luas.
“Kenaikan volume penumpang diprediksi mulai terlihat pada Selasa, 17 Maret 2026, yang bertepatan dengan libur Hari Raya Imlek,” ujar Feni dalam keterangan resminya.
Berdasarkan data terkini, terdapat tiga tanggal yang menjadi favorit masyarakat dengan angka pemesanan tertinggi:
23 Maret 2026: 10.024 tiket
24 Maret 2026: 10.418 tiket
25 Maret 2026: 9.593 tiket
Strategi dan Tips Berburu Tiket
Guna memudahkan masyarakat mendapatkan tiket, KAI Daop 6 membagikan sejumlah tips praktis:
Gunakan Pengingat: Tentukan jadwal keberangkatan dan buat reminder di ponsel sesuai jadwal rilis tiket dari KAI.
Cek Berkala: Jika tiket habis di jam pertama (00.00 WIB), pantau kembali secara berkala. Tiket yang tidak dibayar tepat waktu akan otomatis masuk kembali ke sistem.
Fleksibilitas Jadwal: Geser waktu keberangkatan satu hari lebih awal atau lebih lambat dari tanggal favorit.
Fitur Connecting Train: Jika rute langsung penuh, manfaatkan fitur Connecting Train di aplikasi Access by KAI untuk mencari rute persambungan.
Saluran Resmi: Pastikan membeli tiket hanya melalui aplikasi Access by KAI, situs kai.id, atau mitra resmi lainnya untuk menghindari penipuan.
Menghadapi lonjakan mobilitas, KAI Daop 6 juga memperkuat strategi integrasi antarmoda. Langkah ini bertujuan untuk mempermudah penumpang dalam menjangkau titik keberangkatan maupun melanjutkan perjalanan ke destinasi akhir.
“Kami mendorong perjalanan end-to-end yang lebih efisien melalui penguatan integrasi di berbagai simpul transportasi, sehingga arus penumpang selama libur Lebaran tetap lancar dan merata,” tutup Feni. ***

