Tol Purwomartani–Prambanan Rampung, Satu Lajur Difungsikan Saat Mudik

Manager Pengendalian Proyek Tol Jogja–Solo Paket 1.2, Bachtiar Yusuf, menjelaskan akses dari Gerbang Purwomartani ke Prambanan tidak dipungut biaya selama masa fungsional.

12 Maret 2026, 05:25 WIB

Sleman – Jalan Tol Purwomartani–Prambanan sepanjang 12,2 kilometer dipastikan dapat digunakan secara fungsional mulai 16 hingga 29 Maret 2026.

Meski masih dalam tahap penyelesaian akhir, seluruh pengerjaan badan jalan utama telah rampung sehingga jalur ini siap mendukung kelancaran arus mudik dari Yogyakarta menuju Solo, Jakarta, maupun Surabaya.

Manager Pengendalian Proyek Tol Jogja–Solo Paket 1.2, Bachtiar Yusuf, menjelaskan akses dari Gerbang Purwomartani menuju Prambanan tidak akan dipungut biaya selama masa fungsional.

Namun, pemudik tetap diminta menyiapkan saldo kartu uang elektronik karena kendaraan yang masuk dari Purwomartani tidak diperbolehkan keluar di Gerbang Prambanan dan harus melanjutkan perjalanan ke arah timur.

“Masuknya gratis, tapi begitu keluar ke tol operasional, harus bayar. Jadi e-money harus cukup,” ujarnya, Rabu (11/3/2026).

Bachtiar menambahkan, progres pembangunan tol saat ini telah mencapai 95 persen.

Jalur utama sudah selesai dicor, sementara beberapa titik masih menggunakan Lean Concrete (LC) sementara.

Pantauan di lokasi menunjukkan Gerbang Tol Purwomartani telah berdiri lengkap dengan portal dan mesin pembayaran elektronik, meski fasilitas tap kartu belum diberlakukan.

Tahap finishing masih berlangsung dengan pengerjaan rambu lalu lintas, pagar pengaman (guardrail) sepanjang 10–11 kilometer, serta water barrier di jalur yang belum permanen.

Bachtiar mengingatkan pemudik agar berhati-hati karena terdapat peralihan lajur di STA 41+500 dari Lajur A ke Lajur B menuju Gerbang Prambanan.

Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda DIY, Widya Mustikaningrum, menegaskan bahwa pengamanan jalur fungsional akan diperketat.

Pos pantau didirikan di pintu masuk untuk memonitor arus kendaraan, dengan pembatasan kecepatan maksimal 40 kilometer per jam.

“Sudah disiapkan mobil derek di beberapa titik, dan jalur B bisa dijadikan jalur darurat untuk evakuasi,” jelasnya.

Informasi perubahan kondisi di lapangan akan disampaikan melalui media sosial Kepolisian, Satlantas Polres Sleman, Polda DIY, RTMC Ditlantas, serta laporan langsung dari petugas.***

Berita Lainnya

Terkini