47 Lansia di Sleman Lulus dari Pesantren Lansia Taman Surga, Diwisuda di Pendopo Bupati

Penanggung jawab Pesantren Lansia Taman Surga, Muhammad Muslim, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas keteguhan para santri lansia dalam menuntut ilmu.

19 Oktober 2026, 19:58 WIB

Sleman– Sebanyak 47 orang lanjut usia (lansia) dari Padukuhan Murangan 7, Kalurahan Triharjo, Kapanewon Sleman, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), resmi menyelesaikan pendidikan keagamaan mereka.

Setelah menempuh masa belajar selama dua tahun di Pesantren Lansia Taman Surga, para peserta mengikuti prosesi wisuda yang berlangsung khidmat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman pada Minggu (19/10/2026).

Penanggung jawab Pesantren Lansia Taman Surga, Muhammad Muslim, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas keteguhan para santri lansia dalam menuntut ilmu.

Pembelajaran yang berlangsung sejak Oktober 2024 hingga Oktober 2026 tersebut dirancang fleksibel namun tetap konsisten, yakni setiap hari Senin dan Kamis dari waktu Asar hingga Magrib, kemudian diakhiri dengan buka puasa sunah bersama.

Alhamdulillah, setelah kurang lebih dua tahun, sudah meluluskan 47 orang dengan pendidikan yang santai tapi serius. Capaian luar biasa menurut, mereka sudah bisa mengkhatamkan Al-Qur’an, bahkan beberapa orang ada yang hingga 24 kali khatam.

“Untuk ibadah salatnya, tim ustaz kami juga telah memastikan perbaikan bacaan dan gerakannya berjalan dengan baik,” ujar Muslim usai acara wisuda.

Muslim menjelaskan, fokus program ini menyasar kelompok lansia karena pihaknya memandang usia senja sebagai “usia emas” yang sangat berharga untuk memantapkan persiapan spiritual.

Untuk mempercepat kemampuan literasi Al-Qur’an peserta, pesantren menerapkan metode As-Sahl—metode praktis yang dirancang khusus agar para lansia mampu membaca Al-Qur’an dalam kurun waktu rata-rata tiga bulan.

Keberhasilan kurikulum ini bahkan menarik perhatian pengelola keagamaan dari luar daerah, seperti Solo, Balikpapan, hingga Jakarta, untuk mengadopsi skema serupa.

Kebahagiaan dan rasa syukur dirasakan langsung oleh para wisudawan, salah satunya Baryadi (67).

Ia mengungkapkan bahwa dirinya memulai proses belajar dari nol karena masa mudanya dihabiskan untuk bekerja dan membesarkan anak-anaknya. Melalui pembimbingan yang telaten, ia kini telah lancar membaca Al-Qur’an.

“Alhamdulillah, setelah wisuda ini rasanya sangat gembira dan puas. Dari nol, lama-lama akhirnya bisa mengikuti dan membaca Al-Qur’an. Mengenal huruf hijaiyah satu bulan, merangkai dua bulan, dan di bulan ketiga mulai terbata-bata sampai akhirnya lancar,” ungkap Baryadi.

Ungkapan senada disampaikan oleh santri lainnya, Mulati Prawarningsih (59). Ia menyampaikan terima kasih kepada pengasuh dan tim pengajar karena kegiatan ini telah mengubah pola hidup kesehariannya menjadi lebih religius dan tenang.

“Alhamdulillah, sekarang setiap habis salat Subuh dan sebelum tidur, kami berusaha untuk selalu mengawali dan menutup hari dengan membaca Al-Qur’an. Terima kasih kepada kru Ustaz Muslim yang telah memprakarsai semua ini,” tutur Mulati.

Pemerintah Kabupaten Sleman pun menyambut positif kelulusan para lansia tersebut. Pelaksana Tugas (Plt.) Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Sleman, Wildan Solichin, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kontribusi Pesantren Lansia Taman Surga dalam mendampingi warga Padukuhan Murangan 7 yang berpusat di sekitar Masjid Al-Hidayah, dengan peserta tertua tercatat berusia 82 tahun.

“Kami sangat berterima kasih kepada Ustaz Muslim dan jajaran pengurus yang sudah mendampingi warga Murangan 7. Warga yang semula belum bisa membaca Al-Qur’an dan ibadah salatnya belum sempurna, dibimbing secara sabar hingga menjadi lancar. Ini merupakan pencapaian yang sangat luar biasa bagi pembinaan mental dan spiritual masyarakat,” tandas Wildan.

Berita Lainnya

Terkini