Akreditasi Berkontribusi dalam Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi dan Lingkungan Berkelanjutan

Komite Akreditasi Nasional terus mempersiapkan diri untuk mendukung dan penerapan ekonomi dan lingkungan yang berkelanjutan.

17 Juni 2022, 08:38 WIB

Badung – Komite Nasional terus mempersiapkan diri untuk mendukung dan penerapan ekonomi dan lingkungan yang berkelanjutan.

Kepala () selaku Ketua Komite Nasional (KAN), dalam acara Pertemuan Teknis Lembaga Penilaian Kesesuaian di Hotel Discovery Kartika Plaza, Bali, pada Kamis (16/6/2022).

Dijelaskan , ekonomi dunia sangat bergantung pada sumber daya alam yang disediakan oleh ekosistem yang sehat, namun pembangunan ekonomi yang tidak memperhatikan aspek kelestarian lingkungan akan berdampak negatif bagi generasi yang akan datang.

Global Resources Outlook 2019 dari Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menemukan bahwa ekstraksi dan pemrosesan sumber daya adalah penyebab 90% hilangnya keanekaragaman hayati dan tekanan air dan berkontribusi pada sekitar 50% dari total emisi gas rumah kaca (GRK).

Untuk mengurangi dampak kegiatan ekonomi terhadap lingkungan dan mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang, negara-negara di seluruh dunia mulai melakukan transformasi ekonomi ke arah yang lebih “hijau”, diantaranya dengan menerapkan konsep ekonomi sirkular (circular economy).

“Perekonomian dan perindustrian di masa yang akan datang bukan lagi sekedar tentang bagaimana mengelola bahan baku menjadi bahan jadi untuk dikonsumsi, melainkan model ekonomi di mana produksi dan konsumsi tidak membahayakan lingkungan.

“Karena berfokus pada perbaikan, penggunaan kembali, pembuatan ulang, dan daur ulang, sehingga mengurangi produksi limbah dan penggunaan sumber daya atau yang biasa disebut Ekonomi Sirkular,” ujar Kukuh S Achmad.

Acara diselenggarakan memperingati Hari Dunia (World Accreditation Day) Tahun 2022 tersebut, Kukuh menjelaskan, “Tahun ini, peringatan Hari Dunia/World Accreditation Day (WAD) mengambil tema Accreditation: Sustainability in Economic Growth and the Environment.
, bersama dengan infrastruktur mutu lainnya termasuk metrologi, standardisasi, penilaian kesesuaian, dan pengawasan pasar, dapat mendukung perubahan ini.”

Dijelaskan Kukuh S Ahdmad, akreditasi dan standar dapat membantu para regulator, perusahaan, dan konsumen untuk mempersyaratkan dan terlibat dalam praktik kegiatan yang lebih ramah lingkungan.

Konsep ekonomi sirkular mengedepankan penggunaan sumber daya, sampah, emisi dan energi terbuang diminimalisir dengan menutup siklus produksi-konsumsi dengan memperpanjang umur produk, inovasi desain, pemeliharaan, pengunaan kembali, remanufaktur, daur ulang ke produk semula (recycling), dan daur ulang menjadi produk lain (upcycling). ***

Artikel Lainnya

Terkini