Aksi Ricuh di Depan Polda DIY: Massa Tuntut Respons atas Kasus Brimob Maluku

Aksi massa depan Mapolda DIY disebut bentuk kemarahan atas meninggalnya AT (14), siswa diduga dianiaya oknum anggota Brimob Polda Maluku

24 Februari 2026, 22:48 WIB

Yogyakarta – Ratusan massa memadati halaman depan Polda DIY pada Selasa (24/2/2026) petang untuk menyampaikan tuntutan terkait kasus kekerasan yang menewaskan seorang siswa di Maluku.

Massa mulai berkumpul sejak pukul 16.30 WIB di depan gerbang sisi timur Mapolda DIY, yang telah dipasangi kawat berduri.

Sejumlah aparat kepolisian terlihat berjaga di bagian dalam area markas.

Situasi sempat memanas sekitar pukul 18.30 WIB ketika massa mendorong pagar dan pembatas kawat.

Dalam aksi tersebut, salah seorang peserta menuliskan kalimat bernada protes di tembok Mapolda DIY menggunakan cat semprot.

Aksi ini disebut sebagai bentuk kemarahan atas meninggalnya AT (14), siswa yang diduga dianiaya oleh oknum anggota Brimob Polda Maluku, Bripda Mesias Siahaya.

Seruan aksi diketahui beredar melalui pamflet di media sosial. Pamflet tersebut mencantumkan nama dan kontak LBH Yogyakarta, meski pihak LBH menegaskan tidak terlibat dalam perencanaan aksi.

“Kami tidak mengetahui adanya rencana aksi sebagaimana tercantum dalam pamflet. Pencantuman kontak kami dilakukan tanpa koordinasi,” ujar Julian, perwakilan LBH Yogyakarta.

Ia menambahkan, LBH tetap membuka ruang pendampingan hukum apabila ada permohonan dari massa.

Sementara itu, Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan mengimbau peserta aksi untuk menjaga ketertiban, terlebih bertepatan dengan bulan Ramadan.

“Kami mengimbau agar situasi tetap aman dan kondusif di DIY,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, massa masih bertahan di depan Mapolda DIY. Aparat kepolisian tetap berjaga, sementara arus lalu lintas di sekitar Ringroad Utara mengalami kepadatan dengan sebagian jalur dialihkan untuk menghindari konsentrasi massa. ***

Berita Lainnya

Terkini