Asah ‘Insting’ Prediksi Bahaya, Astra Motor Bali Bekali Karyawan PT Taurus Gemilang Ilmu Keselamatan

Astra Motor Bali menunjukkan komitmen dalam menekan angka kecelakaan lewat pelatihan Safety Riding bagi karyawan PT Taurus Gemilang

28 Desember 2025, 08:15 WIB

Denpasar– Di jalan raya, keterampilan teknis memutar gas dan menarik tuas rem saja ternyata belum cukup untuk menjamin keselamatan.

Menyadari tingginya mobilitas para pekerja di Bali, Astra Motor Bali kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam menekan angka kecelakaan melalui pelatihan Safety Riding yang digelar bagi karyawan PT Taurus Gemilang, Selasa (23/12/2025).

Pelatihan yang diikuti oleh 40 peserta ini membawa misi  menanamkan budaya #Cari_Aman sebagai bagian dari gaya hidup profesional.

Fokus utama dalam edukasi kali ini adalah Prediksi Bahaya. Yosept Klaudius, Instruktur Safety Riding Astra Motor Bali, menekankan banyak pengendara yang terjebak dalam situasi fatal karena gagal membaca “kode” alam di jalan raya.

 

“Kecelakaan sering kali terjadi bukan karena kurang mahir berkendara, tapi karena lalai mengantisipasi risiko sebelum risiko itu muncul,” ungkap Yosept.

Ia memaparkan kemampuan otak untuk memprediksi bahaya sangat bergantung pada kondisi fisik. Ketika badan lelah, fokus buyar, dan insting tajam pun tumpul. Oleh karena itu, kebugaran fisik menjadi fondasi utama sebelum seseorang menyalakan mesin motornya.

Astra Motor Bali melihat, sektor swasta memegang peranan kunci dalam menciptakan ekosistem lalu lintas yang aman.

Ngurah Iswahyudi, PIC Safety Riding & Community Promotion Astra Motor Bali, menegaskan bahwa keselamatan adalah tanggung jawab kolektif.

“Kami ingin karyawan PT Taurus Gemilang tidak hanya menjadi pengendara yang terampil, tapi juga cerdas secara emosional dan fisik. Memahami batas kemampuan diri adalah kunci agar bisa berangkat dan pulang kerja dengan selamat,” ujar Ngurah.

Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang sesi. Agus, salah satu karyawan yang hadir, mengaku mendapat “tamparan” positif dari materi yang disampaikan.

“Selama ini saya merasa sudah aman karena sudah bertahun-tahun naik motor. Tapi setelah sesi ini, saya baru sadar banyak potensi bahaya yang saya abaikan, terutama saat memaksakan diri berkendara dalam kondisi lelah. Materi prediksi bahaya ini sangat aplikatif untuk kami,” akunya jujur.

Melalui konsistensi kampanye #Cari_Aman, Astra Motor Bali berharap edukasi ini tidak berhenti di ruang pelatihan, melainkan menjadi standar baru bagi para pejuang nafkah di Bali agar selalu mengutamakan nyawa di atas kecepatan. ***

Berita Lainnya

Terkini