Denpasar, Bali— Menjaga performa pengereman sepeda motor matic menjadi prioritas utama dalam mendukung keselamatan di jalan raya. Mengingat piringan rem cakram (disc brake) merupakan komponen vital yang menentukan keakuratan daya cengkeram rem, Astra Motor Bali memberikan panduan teknis mengenai cara perawatan, pemilihan suku cadang standar, hingga tanda-tanda piringan cakram yang wajib diganti.
Perawatan yang tepat tidak hanya memperpanjang masa pakai komponen, tetapi juga memastikan respons pengereman tetap optimal. Pengendara diimbau untuk memeriksa kampas rem setiap 6.000 km dan menghindari kebiasaan membiarkan kampas aus hingga menyisakan besi penyangga.
Penggunaan Honda Genuine Parts (HGP) sangat disarankan karena materialnya dirancang presisi. Selain itu, menjaga kebersihan area cakram dari debu atau lumpur, melumasi pin caliper secara teratur, serta menghindari kebiasaan menyiram piringan cakram yang masih panas usai perjalanan jauh menjadi langkah krusial agar piringan tidak memuai atau membengkok (warped).
Dalam memilih piringan cakram pengganti, kesesuaian dengan standar pabrikan menjadi kunci utama kenyamanan dan keamanan berkendara harian.
Piringan cakram bawaan motor matic Honda—seperti tipe BeAT, Vario, Scoopy, maupun PCX—umumnya memiliki ketebalan awal sekitar 3,3 mm hingga 3,7 mm, dengan batas minimum ketebalan (limit) di angka 3,0 mm. Penggunaan suku cadang asli AHM menjamin material tahan karat, pelepasan panas yang efisien, serta ukuran hole pitch yang pas tanpa perlu modifikasi paksa.
Secara umum, piringan cakram memiliki masa pakai ideal antara 24.000 km hingga 48.000 km atau sekitar 3 hingga 5 tahun penggunaan normal. Namun, pemeriksaan fisik berkala tetap diperlukan.
Pengendara disarankan segera mengganti piringan cakram apabila ketebalan telah melewati batas minimum, permukaan terasa cekung/bercoak dalam, tuas rem bergetar akibat piringan membengkok, atau muncul retakan halus (micro-cracks) akibat paparan panas tinggi.
Technical Training Instructor Astra Motor Bali, Hendra Sagita, menegaskan pentingnya kedisiplinan pengendara dalam merawat seluruh komponen sistem pengereman demi menekan risiko kecelakaan di jalan.
”Sistem pengereman adalah garis pertahanan utama keselamatan berkendara di jalan raya. Mengabaikan kondisi piringan cakram yang sudah aus atau rusak sangat berisiko menyebabkan rem blong dan mengancam keselamatan.
Kami mengimbau para pengguna sepeda motor Honda untuk selalu melakukan perawatan berkala dan pemeriksaan komponen rem secara rutin di bengkel resmi AHASS Bali demi memastikan kondisi kendaraan selalu prima dan mendukung semangat #Cari_Aman di jalan raya,” ujar Hendra Sagita.

