Awasi Kapal Asing, Menteri Susi Adopsi Teknologi Radar Pengawas Jepang

15 April 2017, 09:41 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti/net

TOKYO – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menegaskan Indonesia akan segera mengadopsi teknologi radar pengawas buatan JRC Jepang karena mampu mengawasi kapal asing yang masuk ke Indonesia hingga radius 150 kilometer.

Hal itu ditegaskannya saat bertemu President Director of Japan Radio Co. (JRC) Kenji Ara di Imperial Hotel, Les Saisons, Tokyo, pada hari ketiga kunjungannya, Rabu (12/4) lalu.

“Saya berada di Wakatobi beberapa waktu lalu, dan melihat radar bekerja. Saya berharap, Indonesia bisa memiliki radar setidaknya di empat tempat di Indonesia,” ucap Susi dinukil laman kkp.go,id.

Setelah bertanya, ternyata radar tersebut dari Jepang. Untuk itu dia tertarik untuk mengetahui lebih jauh mengenai teknologi Jepang itu. Ia menjelaskan, JRC memiliki enam perusahaan perwakilan di Indonesia yang mempekerjakan 3.200 orang tenaga kerja Indonesia.

Menurut Menteri Susi, Indonesia membutuhkan radar pengawas untuk meningkatkan teknologi pengawasan yang dimiliki KKP, agar pencegahan masuknya kapal pencuri ikan dapat berjalan lebih maksimal.

Menteri Susi tertarik dengan radar yang dimiliki JRC karena mampu mengawasi kapal asing yang masuk ke Indonesia hingga radius 150 kilometer.

Pemerintah Indonesia tengah mengupayakan penjajakan teknologi pengawasan terkini yang mungkin bisa dan tepat digunakan di Indonesia. Dengan radar terbaru JRC yang dapat memonitor di sembilan titik dengan satu titik kendali dengan jangkauan lebih dari 50 nautical miles.

Adapun radar JRC yang digunakan di Wakatobi memiliki jangkauan 24 nautical miles dengan integrasi maksimal 3 radar. Harga satu radar terbaru JRC mencapai USD2 juta. Oleh karena itu, Menteri Susi mengatakan, KKP tidak akan membeli radar, melainkan mengupayakan cara lain untuk memperoleh radar.

“KKP tidak akan membeli radar, tetapi kami akan mencari cara untuk mendapatkannya karena kami tidak ingin menghabiskan anggaran KKP (untuk pengadaan radar),” ujar Menteri Susi kepada Ara.

Teknologi radar pengawasan yang canggih dibutuhkan untuk di pasang di beberapa titik, di antaranya Natuna, Morotai, Raja Ampat, Arafura, dan Sabang. Selain radar pengawasan, Menteri Susi juga ingin memasang radar konservasi di tempat-tempat tersebut. (des)

Berita Lainnya

Terkini