Bali Akselerasi Ekosistem Ekonomi Hijau, PLN Siapkan Infrastruktur Kendaraan Listrik Terintegrasi

Gubernur Koster menekankan beralih ke kendaraan listrik merupakan langkah ekonomi yang cerdas bagi masyarakat.

25 Januari 2026, 06:48 WIB

– Pemerintah Provinsi Bali memperkuat langkah menuju transformasi ekonomi hijau melalui percepatan adopsi kendaraan listrik (EV). Dalam pertemuan strategis di Jayasabha (24/1), Gubernur Bali Wayan Koster bersama PT PLN (Persero) menyepakati penguatan infrastruktur pengisian daya guna menjadikan Bali sebagai pionir e-mobility di Indonesia.

Langkah ini diproyeksikan tidak hanya berdampak pada kelestarian lingkungan, tetapi juga menciptakan efisiensi biaya transportasi bagi masyarakat dan mendukung pariwisata berkualitas yang berkelanjutan.

Gubernur Koster menekankan beralih ke kendaraan listrik merupakan langkah ekonomi yang cerdas bagi masyarakat.

Selain mendukung visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”, penggunaan EV menawarkan penghematan signifikan pada biaya perawatan dan operasional.

“Dengan kendaraan listrik, masyarakat akan lebih hemat. Tidak perlu membeli BBM, tidak perlu ganti oli, dan biaya servis jauh lebih ringan,” ujar Koster.

Sebagai langkah awal, pemerintah akan memberlakukan zonasi kendaraan listrik di kawasan strategis pariwisata, antara lain:

Ubud, Sanur, Kuta, dan Nusa Dua.

Nusa Penida, yang diproyeksikan menjadi Green Island sepenuhnya.

Direktur Retail dan Niaga PT PLN (Persero), Adi Priyanto, memaparkan data pertumbuhan industri EV yang sangat positif. Dalam tiga tahun terakhir, jumlah mobil listrik tumbuh rata-rata 2,5 kali lipat per tahun, dengan populasi mencapai 175.000 unit hingga tahun 2025.

Berdasarkan konsumsi energi di Bali, terdapat pola penggunaan yang menarik:

Home Charging: Mendominasi sebesar 55% (2,24 GWh), menunjukkan tren pengisian daya mandiri untuk kebutuhan harian.

SPKLU: Berkontribusi sebesar 45% (1,82 GWh) sebagai tulang punggung mobilitas jarak jauh dan wisatawan.

Untuk mendukung tren positif ini, PLN telah memasukkan pengembangan infrastruktur EV ke dalam RUPTL dan RJPP perusahaan.

Beberapa fitur unggulan yang disiapkan untuk mempermudah pengguna melalui aplikasi PLN Mobile meliputi:

Trip Planner: Memudahkan pencarian lokasi SPKLU terdekat.

AntreEV: Sistem pemesanan antrean pengisian daya secara transparan.

Home Charging Services: Program diskon bagi pengguna yang melakukan pengisian daya di rumah.

Hotline 24/7: Layanan bantuan khusus untuk pengguna SPKLU.

PLN memastikan suplai listrik yang andal untuk mendukung produktivitas ekonomi. Kami juga menyediakan berbagai insentif, baik untuk pengguna pribadi maupun penyedia infrastruktur pengisian daya publik (SPBKLU dan instalasi privat),” pungkas Adi Priyanto.***

Berita Lainnya

Terkini