Bandingkan Pajak Freeport dan Industi Rokok, Menteri Yonan Diprotes YLKI

24 Februari 2017, 08:10 WIB
Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi 

JAKARTA – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) memprotes pernyataan Menteri ESDM yang memperbandingkan masalah setoran pajak Freeport dengan industri rokok. Diberitakan di media, terkait sengkarut Pemerintah dengan PT Freeport, Menteri ESDM membandingkan PT Freeport dengan industri rokok.

Jonan mengatakan setoran pajak Freeport hanya Rp 8 trilyun tapi rewel, dibandingkan setoran cukai rokok Rp 135 trilyun tapi tidak rewel.

“Bahwa perlawanan Pemerintah terhadap Freeport patut didukung. Namun membandingkan kontribusi Freeport dengan kontribusi industri rokok adalah pernyataan yang lebay bahkan menyesatkan,” ujar Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi belum lama ini.

Tulus memberi alasan pertana Bahwa cukai rokok Rp 135 trilyun bukan dibayar oleh industri rokok, tetapi dibayar oleh konsumen perokok. “Jadi bukan industri rokok yang membayar Rp 135 trilyun. Tapi masyarakat Indonesia yang merokok. Karena cukai dibayar perokok,” tandasnya.

Alasan lainnyam industri rokok di Indonesia bukan hanya rewel, tetapi justru melakukan perlawanan terhadap regulasi itu sendiri. Kata Tulus, industri rokok adalah industri yang paling bandel karena tidak mau diatur pemerintah.

Itulah perilaku industri rokok besar di Indonesia yang acap melakukan perlawanan dan pembangkangan terhadap regulasi dan kebijakan pemerintah. Karenanya, YLKI mendesak Menteri ESDM untuk tidak membandingkan masalah Freeport dengan industri rokok.

“Kami mendesak untuk merevisi pernyataan tersebut. Pernyataan Jonan terhadap cukai rokok, selain menyesatkan dan salah, juga akan membuat industri rokok makin besar kepala,” tukasnya. (des)

Berita Lainnya

Terkini