Banjir dan Cuaca Ekstrem Melanda Nusantara, Ribuan Warga Terdampak

18 Januari 2026, 17:57 WIB

JAKARTA, 18 Januari 2026 – Derasnya hujan yang mengguyur sejak pertengahan Januari kembali menguji ketangguhan masyarakat di berbagai daerah.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, dalam kurun 17–18 Januari 2026, banjir dan cuaca ekstrem mendominasi laporan bencana dari sejumlah wilayah di Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga Jawa Timur. Ribuan jiwa terdampak, ratusan rumah rusak, dan aktivitas masyarakat lumpuh.

Di Kabupaten Batang, air setinggi 30–120 cm merendam empat desa dan lima kelurahan di Kecamatan Batang.

Sebanyak 15.184 jiwa terdampak, dengan empat orang terpaksa mengungsi ke Masjid Al-Ikhlas. Hingga Sabtu (17/1), banjir belum menunjukkan tanda-tanda surut.

Pemalang pun tak luput. Debit Sungai Comal yang meluap merendam tiga kecamatan: Ulujami, Randudongkal, dan Petarukan.

Air setinggi 40–150 cm memaksa 92 warga meninggalkan rumah mereka. BPBD mendirikan dapur umum di Desa Kendalrejo dan Balai Desa Mojo untuk memenuhi kebutuhan pangan warga.

Di Pekalongan, banjir akibat limpasan Sungai Bremi melanda tiga kecamatan. Sebanyak 800 warga mengungsi ke tujuh titik penampungan. Tak hanya permukiman, jalur kereta api Pekalongan–Sragi pun terendam, memaksa PT KAI menutup jalur dan membatalkan empat perjalanan.

Magelang dan Banyumas diterjang angin kencang. Puluhan rumah di Magelang rusak ringan, sementara di Banyumas 169 keluarga terdampak dengan 165 rumah rusak ringan, empat rusak sedang, dan satu fasilitas ibadah ikut hancur.

Di Bogor, hujan deras memicu pergerakan tanah di Desa Gobang, Kecamatan Rumpin, serta longsor di Kecamatan Tenjolaya.

Tiga rumah rusak sedang, 15 jiwa terdampak, dan warga bersama BPBD bergotong royong memperbaiki kerusakan.

Pamekasan dilanda gerakan tanah di Desa Sana Daja, Kecamatan Pasean. Sebanyak 64 jiwa terdampak, 13 keluarga mengungsi ke rumah kerabat, dan 15 rumah rusak berat. Longsor susulan menutup akses jalan desa, membutuhkan alat berat untuk pemulihan.

BNPB mengingatkan masyarakat agar tetap waspada menghadapi musim hujan yang masih berlangsung.

Potensi cuaca ekstrem dan bencana geologi seperti gempabumi bisa terjadi sewaktu-waktu. Warga diimbau menyiapkan tas siaga bencana dan terus memantau informasi resmi dari BNPB, BPBD, dan BMKG.***

 

Berita Lainnya

Terkini