BI Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Bali hingga 6,2 Persen di Tahun 2022

Faktor pendorong yankni Pemulihan kegiatan masyarakat (seiring gencarnya vaksinasi), Pemulihan pariwisata domestik, Potensi dari penyelenggaraan event-event internasional (KTT G20 pada 2021 – 2022), Kelanjutan proyek investasi dan infrastruktur.

25 November 2021, 11:43 WIB

Proyeksi Bali lebih tinggi dibandingkan Nasional 2022 yang diprakirakan tumbuh 4,6% – 5,4%. Hingga akhir tahun 2021, kestabilan harga dipastikan tetap terjaga dengan laju inflasi berada di bawah kisaran target inflasi nasional yaitu 3% + 1%(yoy).

“Kedepan kondisi kestabilan harga akan sedikit tertekan,” ungkap Trisno Nugroho.

Pada tahun 2022, inflasi Provinsi Bali diprakirakan berada pada kisaran target inflasi nasional 3% + 1%(yoy), utamanya didorong oleh meningkatnya aktivitas pariwisata, normalisasi harga tiket angkutan udara, potensi peningkatan cukai rokok, serta peningkatan UMP dan biaya sekolah.

Ekonomi Bali Diproyeksi Tumbuh Positif, BI Mendorong Lima Hal Ini

Pihaknya memberikan rekomendasi dalam jangka pendek, pemulihan perekonomian Bali masih tergantung pada kedatangan wisatawan ke Bali dengan tantangan berupa Kenaikan kasus Covid-19 global dan kebijakan pembatasan mobilitas, Kebijakan restriksi beberapa negara pasar utama wisman Bali,

Selanjutnya, Travel demand/Level of confidence to travel yang masih terbatas Sementara itu jika kita bicara mengenai pemulihan ekonomi Bali dalam jangka panjang, berarti kita bicara tidak hanya sektor pariwisata saja melainkan juga sektor lainnya seperti pertanian, industri, pertambangan dan lain lain.

Jadi, tantangan jangka panjang adalah bagaimana mengurangi ketergantungan pada sektor pariwisata dengan melakukan diversifikasi ke sektor lainnya. Di sisi lain, tantangan di sektor pariwisata ke depan adalah bagaimana mengembangkan pariwisata Bali menjadi pariwisata berkualitas (quality tourism).

Tunjang Ekonomi Pariwisata Daerah, Jalan By Pass BIL hingga KEK Mandalika

Artikel Lainnya

Terkini