BMKG Prediksi Kemarau Lebih Dini, Risiko Karhutla Meningkat

BMKG mencatat sekitar 57,2 persen wilayah akan mengalami kemarau lebih panjang dan 46,5 persen wilayah memasuki musim kemarau lebih cepat.

31 Maret 2026, 06:23 WIB

Yogyakarta – Musim kemarau diprediksi datang lebih awal dan berlangsung lebih panjang di sebagian besar wilayah Indonesia tahun ini.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sekitar 57,2 persen wilayah akan mengalami kemarau lebih panjang, sementara 46,5 persen wilayah akan memasuki musim kemarau lebih cepat.

Sebanyak 16,3 persen wilayah diperkirakan mulai kemarau pada April, meliputi Jawa bagian barat, sebagian besar Jawa Tengah hingga Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera.

Kondisi ini meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), yang sudah terjadi di beberapa daerah, termasuk Riau dengan luas terbakar mencapai 4.440,21 hektar.

Dosen Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), Fiqri Ardiansyah, menekankan pentingnya anggaran berbasis manajemen darurat berkelanjutan yang mencakup pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, respons, dan pemulihan.

Ia menilai infrastruktur pembasahan gambut seperti Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), sumur bor, dan sekat kanal lebih strategis dibanding solusi jangka pendek.

Menurutnya, sekat kanal terbukti efektif menjaga ekosistem gambut tetap basah sehingga dapat meminimalkan risiko kebakaran.

Fiqri juga mendorong adanya kolaborasi permanen antara pemerintah, swasta, dan masyarakat, bukan hanya saat kondisi darurat.

Bentuk kerja sama dapat berupa apel, patroli, pemantauan bersama dengan BPBD dan Manggala Agni, serta pendampingan Masyarakat Peduli Api (MPA).

Ia menekankan  perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci utama pencegahan karhutla, terutama dalam penggunaan api yang tidak terkendali.

Sebagai langkah konkret, Fiqri mengajak perusahaan dan masyarakat menerapkan Pengelolaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB) untuk memutus siklus kebakaran berulang, khususnya di wilayah luar Jawa.***

Berita Lainnya

Terkini