Denpasar– Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali berhasil mengungkap modus baru penyalahgunaan narkotika melalui media rokok elektrik (vape).
Dalam operasi yang berlangsung di kawasan Sidakarya, Denpasar, petugas mengamankan ratusan botol liquid yang mengandung zat berbahaya jenis Etomidate.
Plh. Kepala Bidang Pemberantasan dan Intelijen BNN Provinsi Bali Kombes Pol. Tri Kuncoro mengungkapkan, pengungkapan kasus ini bermula dari analisis intelijen terkait adanya jaringan peredaran liquid etomidate yang beroperasi di wilayah Denpasar.
Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim Bidang Pemberantasan BNNP Bali bergerak cepat melakukan penangkapan.
Petugas berhasil membekuk seorang pria berinisial RW alias Kris (44) di kediamannya yang berlokasi di Jl. Kerta Dalam, Desa Sidakarya, Denpasar Selatan, pada Sabtu (7/2).
Dalam penggeledahan yang disaksikan warga setempat, petugas menemukan barang bukti dalam dua lokasi berbeda:
Rumah Tersangka: Ditemukan sebanyak 72 buah catridge rokok elektrik yang berisi cairan diduga mengandung Etomidate.
Rumah Sewa (Gudang): Berdasarkan hasil interogasi, tersangka mengaku menyimpan stok tambahan di sebuah rumah sewa di seberang kediamannya. Di lokasi ini, petugas menyita satu koper kuning berisi 600 botol liquid etomidate.
Tri Kuncoro menjelaskan, Etomidate merupakan narkotika Golongan II yang lazimnya digunakan dalam dunia medis sebagai obat bius untuk tindakan operasi.
“Zat ini bekerja pada sistem saraf pusat dan memberikan efek: Sedatif (penenang), Hipnotik dan Relaksasi,” tuturnya.
Penyalahgunaan zat ini di luar pengawasan medis sangat berbahaya karena dapat menyebabkan ketergantungan atau kecanduan berat bagi penggunanya.
Kepada petugas, tersangka RW mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari seorang warga negara asing (WNA) yang dikenal dengan nama “Stone”. Saat ini, BNNP Bali tengah melakukan pengejaran terhadap pemasok tersebut.
Tersangka beserta seluruh barang bukti kini telah diamankan di Kantor BNN Provinsi Bali untuk menjalani proses penyelidikan dan penyidikan lebih mendalam guna memutus rantai peredaran jaringan ini. ***

