Bukan Sekadar Tangkap Ikan: Misi Besar Menteri Trenggono Jadikan Nelayan Bantul Pengusaha Laut

Desa Poncosari di Kecamatan Srandakan, Bantul, kini resmi bertransformasi menjadi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

2 Januari 2026, 22:06 WIB

Bantul – Wajah pesisir selatan Yogyakarta bersiap bersalin rupa. Melalui inisiasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Desa Poncosari di Kecamatan Srandakan, Bantul, kini resmi bertransformasi menjadi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Proyek strategis ini mengusung misi ambisius: mendongkrak produksi perikanan lokal hingga 25 persen sekaligus memutus rantai kemiskinan nelayan.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menegaskan bahwa KNMP bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan penciptaan ekosistem usaha terpadu.

Dengan fasilitas yang mumpuni, pemerintah ingin memastikan nelayan tidak lagi berjuang sendirian melawan fluktuasi harga dan keterbatasan alat.

Salah satu instrumen kunci dalam transformasi ini adalah kehadiran cold storage berkapasitas hampir 10 ton. Fasilitas pendingin ini menjadi “senjata” baru bagi nelayan Poncosari.

“Dengan cold storage, ikan bisa disimpan dulu sampai harga membaik. Nelayan tidak lagi terpaksa menjual di bawah harga pasar saat tangkapan melimpah,” ujar Menteri Trenggono saat meninjau lokasi, Jumat (2/1).

Optimisme ini bukan tanpa dasar. Model serupa di Juwana telah membuktikan keberhasilannya dengan lonjakan produktivitas hingga 124 persen.

Di Poncosari, integrasi dari hulu ke hilir—mulai dari area pengolahan hingga toko logistik—diharapkan menciptakan efisiensi biaya yang signifikan.

Pemerintah Kabupaten Bantul bergerak cepat menyambut stimulus pusat. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Bantul, Istriyani, mengungkapkan langkah konkret berupa penambahan armada tempur laut:

Tambahan Armada: 10 unit perahu dan 20 unit mesin baru.

Total Kekuatan: Armada Small Scale Trawler (SST) meningkat dari 41 menjadi 51 unit.

Target Produksi: Melampaui rata-rata 50 ton per tahun yang selama ini tercatat di TPI Poncowati dan Ngentak.

Tak hanya soal mesin, misi ini juga menyasar SDM. Istriyani menekankan pentingnya regenerasi agar pemuda pesisir tidak selamanya menjadi Anak Buah Kapal (ABK). “Ke depan, mereka kami dorong untuk naik kelas menjadi Tekong (kapten kapal),” tegasnya.

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, melihat KNMP sebagai pintu masuk untuk mengoptimalkan potensi laut selatan yang selama ini masih terlelap.

Pengelolaan kawasan ini nantinya akan dipusatkan pada satu pintu melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Poncosari.

“Kami sedang menyusun skema kerja sama yang adil dan transparan. Jika model ini berhasil menyejahterakan rakyat di Poncosari, kami akan replikasi di sepanjang pesisir Bantul lainnya,” pungkas Halim.

Dengan integrasi teknologi, fasilitas pascapanen, dan penguatan kelembagaan, Kampung Nelayan Merah Putih kini menjadi mercusuar baru bagi kedaulatan ekonomi nelayan di Yogyakarta. ***

Berita Lainnya

Terkini