Bulan Bahasa Bali 2026: Seminar Aksara Kawi Angkat Sejarah Sistem Tulisan Nusantara

Ketua TP PKK Bali Putri Koster mengajak generasi muda Bali menjaga kebudayaan daerah dengan bangga menggunakan bahasa lokal

16 Februari 2026, 17:19 WIB

Denpasar  – Pendamping Gubernur Bali sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, membuka Seminar Aksara Kawi yang digelar dalam rangka Peringatan 1112 Tahun Prasasti Blanjong di Gedung Kerta Sabha, Denpasar, Minggu (15/2).

Dalam sambutannya, ia mengajak generasi muda Bali untuk menjaga kebudayaan daerah dengan bangga menggunakan bahasa lokal, mengenakan busana adat, serta melestarikan aksara Bali.

Putri Koster menegaskan Bali sebagai destinasi wisata dunia menghadapi tantangan masuknya budaya Barat.

Ia berharap generasi muda tidak melupakan tradisi, adat istiadat, serta identitas budaya Bali.

“Perbedaan budaya antar daerah adalah ciri khas sekaligus kebanggaan yang harus dirawat sebagai kekayaan bangsa,” ujarnya.

Seminar yang juga bertepatan dengan Bulan Bahasa Bali 2026 ini menghadirkan tiga narasumber, yakni Gede Suarbawa, Heri Purwanto, dan Fuad.

Dalam paparannya, Gede Suarbawa menjelaskan sejarah sistem aksara di Indonesia, termasuk pengaruh aksara Pallawa, Arab, dan Latin, serta transformasi Pallawa menjadi aksara Kawi yang berkembang di Jawa dan Bali.

Ia mencontohkan penggunaan aksara Pallawa pada prasasti Muara Kaman di Kutai yang mencatat kebesaran Raja Mulawarman, serta prasasti Raja Purnawarman di Jawa Barat.

Transformasi aksara tersebut kemudian melahirkan aksara Kawi yang menjadi bagian penting dalam tradisi tulis Nusantara.

Melalui Seminar Aksara Kawi ini, diharapkan masyarakat semakin menyadari pentingnya menjaga tradisi dan kebudayaan sebagai bagian dari keberagaman bangsa, sekaligus menumbuhkan sikap toleransi dan hidup rukun dalam perbedaan.***

Berita Lainnya

Terkini