Buleleng — Harapan yang tersisa perlahan memudar di Dusun Santal dan Ambengan, Desa Banjar, Kecamatan Banjar. Sejak pagi, tim SAR gabungan bersama relawan, keluarga, dan masyarakat menyusuri sungai, pantai, hingga timbunan material yang dibawa derasnya arus banjir bandang.
Dengan perahu karet dan langkah penuh waspada di lumpur pekat, mereka berjuang menembus rintangan demi menemukan para korban yang hilang.
Upaya tak kenal lelah itu akhirnya berbuah duka. Sekitar pukul 13.56 Wita, jasad Komang Suci (44) ditemukan tertimbun material, sekitar 1,5 kilometer dari rumahnya yang terseret banjir.
Evakuasi berlangsung penuh kehati-hatian, dan pada pukul 14.18 Wita jenazah dibawa menuju RS Pratama Buleleng dengan ambulans PMI. Sehari sebelumnya, korban pertama, Dewa Ketut Adi Suarjana (55), juga ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Meski dua korban telah ditemukan, bayang-bayang kehilangan masih menyelimuti desa. Hingga sore, operasi pencarian dihentikan sementara, menyisakan harapan tipis bagi dua jiwa yang belum ditemukan: Putu Wini (17) dan Kadek Wahyu (12).
Esok, pencarian akan kembali dilanjutkan dengan kekuatan penuh dari Basarnas, TNI AL, Polri, BPBD, PMI, hingga masyarakat yang tak pernah lelah menanti kabar.***

