Yogyakarta – Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi melepas 1.061 lulusan program Pascasarjana, Rabu (21/1/2026),
Di balik toga dan senyum bahagia para wisudawan, terselip narasi menarik mengenai dominasi perempuan serta kuatnya jejaring akademik hingga ke mancanegara.
Prosesi wisuda periode ini mencatatkan statistik yang impresif. Dari total lulusan, 55,33% merupakan perempuan, menegaskan peran besar perempuan dalam kancah pendidikan tinggi nasional.
Secara rinci, UGM meluluskan:
825 Magister
118 Spesialis & 14 Subspesialis
104 Doktor (dengan 20 di antaranya meraih IPK sempurna 4,00)
Rata-rata IPK yang diraih pun tergolong sangat tinggi, yakni 3,71 untuk jenjang Magister dan 3,84 untuk program Doktor, membuktikan kualitas akademik yang tetap terjaga di tengah tantangan zaman.
Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, dalam pidatonya menekankan gelar akademik bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab sosial yang lebih besar.
Ia menggarisbawahi UGM tidak hanya fokus pada transfer ilmu, tetapi juga pembentukan karakter yang adaptif.
“UGM memiliki mandat untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang berdampak bagi masyarakat serta menyiapkan talenta unggul masa depan yang mampu menguasai teknologi dengan integritas,” tegas Prof. Ova.
Ia juga memaparkan bagaimana UGM hadir langsung di tengah masyarakat, mulai dari riset terapan yang diakui nasional hingga aksi kemanusiaan nyata, seperti pembangunan hunian sementara (huntara) dan penyediaan air bersih bagi korban bencana di Sumatra.
Sisi emosional wisuda kali ini diperkuat dengan hadirnya Manuel Vong, wisudawan asal Timor Leste yang kini menjabat sebagai Direktur Program Doktoral di Dili Institute of Technology. Bagi Manuel, UGM adalah laboratorium kepemimpinan yang melampaui batas negara.
“Kami percaya diplomasi pendidikan dan kolaborasi akademik dapat menjadi fondasi kuat bagi pembangunan bersama antara Indonesia, Timor Leste, dan kawasan ASEAN,” ujar Manuel. Baginya, alumni UGM memiliki tugas berat: menerjemahkan ilmu menjadi kebijakan publik yang menyentuh rakyat.
Senada dengan hal tersebut, Anto Maryadi, M.Tr KKK, perwakilan wisudawan dari Sekolah Vokasi, mengingatkan rekan-rekannya bahwa gelar adalah simbol tanggung jawab.
“Gelar akademik adalah pemuatan komitmen untuk menjalankan profesi dengan lebih bertanggung jawab. Kami siap membawa nilai etika dan kepedulian sosial dalam setiap peran yang kami jalani,” pungkasnya dengan penuh haru.
Hari ini, 1.061 lulusan tidak hanya membawa pulang ijazah, tetapi juga janji untuk merawat kemandirian bangsa melalui inovasi dan pengabdian yang tak henti.

