Sleman – Kabupaten Sleman siap menyemarakkan bulan April dengan rangkaian kegiatan budaya dan edukasi.
Agenda utama dimulai dengan gelaran Festival Langen Cerita bertema lingkungan pada Sabtu (11/4), yang kemudian akan disusul dengan kompetisi Cerdas Cermat Museum bagi pelajar tingkat SMP.
Festival Langen Cerita: Kolaborasi Seni dan Pesan Lingkungan
Kepala Bidang Adat, Tradisi, Lembaga Budaya, dan Seni Dinas Kebudayaan Sleman, Dekhi Nugroho, menjelaskan Festival Langen Cerita tahun ini mengusung tema “Cinta Alam dan Kesadaran Lingkungan”.
Langen Cerita sendiri merupakan kesenian khas yang memadukan tiga unsur utama:
Sastra (Narasi cerita)
Gerak (Seni tari)
Musik (Iringan lagu)
“Langen itu kesenangan, cerita itu kisahnya. Jadi, ini adalah cerita yang diekspresikan melalui hiburan tari dan lagu. Kami ingin menanamkan nilai moral bahwa kebaikan akan selalu menang, sekaligus membangun karakter generasi muda melalui budaya,” ujar Dekhi dalam jumpa pers, Kamis (9/4).
Pemilihan tema lingkungan didasari atas kesadaran bahwa budaya lahir dari interaksi manusia dengan alam. Festival ini akan melibatkan peserta dari lima wilayah unggulan (Kapanewon), yaitu: Moyudan, Mlati, Berbah, Sayegan, dan Depok.
Waktu: Sabtu, 11 April 2026 | Pukul 09.00 WIB – Selesai.
Lokasi: Gedung Serbaguna Sariharjo, Ngaglik, Sleman.
Tim Juri:Gabungan dari unsur seniman, akademisi, dan praktisi.
Edukasi Sejarah Melalui Cerdas Cermat Museum
Tak hanya seni pertunjukan, Dinas Kebudayaan Sleman juga fokus pada penguatan literasi sejarah melalui Lomba Cerdas Cermat Museum.
Kepala Bidang Sejarah, Bahasa, Sastra, dan Permuseuman, Joko Dwi Haryadi, mengungkapkan antusiasme sekolah sangat luar biasa. Sebanyak 53 SMP se-Kabupaten Sleman telah terdaftar untuk memperebutkan posisi di babak final.
“Tujuannya jelas, meningkatkan pemahaman anak-anak terhadap nilai sejarah dan mengenalkan peran museum sebagai sarana edukasi yang menyenangkan,” tutur Joko.
Jadwal Kompetisi
Babak Penyisihan: 16 April 2026.
Semifinal & Final: 22 – 23 April 2026.
Lokasi Final:Museum Gunungapi Merapi (MGM).
Sebagai penutup, Joko menambahkan rangkaian kegiatan ini merupakan kelanjutan dari peringatan Hari Penegakan Kedaulatan Negara yang telah dilaksanakan pada 7 April lalu, guna memupuk semangat nasionalisme masyarakat Sleman.***

