Covid-19 di Tabanan Melandai dan Perbaikan Infrastruktur Jalan Berlanjut

Basis dalam pembangunan selama 10 bulan ini konteksnya adalah membangun dari desa. Hal ini akan terus berlanjut di tahun-tahun mendatang

29 Desember 2021, 21:10 WIB

Tabanan – Kondisi Covid-19 di Kabupaten Tabanan saat ini dalam keadaan melandai sementara untuk perbaikan infra strukturjalan akan dilanjutkan di tahun mendatang.

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya,mengeukakan hal itu dalam sambutannya saat mengadakan dialog santai dengan awak Pewarta di Rumah Jabatan Bupati, Rabu (29/12)

mengemukakan, Bali salah satu Provinsi yang sukses melaksanakan vaksinasi 6-11 tahun 84,18 persen dari target sasaran vaksin I anak 33.051 orang. Sementara capaian vaksin I 95,92 persen dan capaian vaksin 2 89,27 persen serta cpaian vaksin 3 (booster) 96,44 persen. “Di Kabupaten Tabanan kondisi Covid-19 saat ini melandai,” tegasnya.

Baca juga: Pantau Program Pembangunan, Bupati Sanjaya Ngantor di Desa Mundeh Selemadeg Barat

Bupati Tabanan bersama pasangannya sekitar 10 bulan ini juga mengemukakan, sesuai janji kampanyenya perbaikan infrastruktur jalan yang pada tahun ini telah dilaksanakan di sejumlah wilayah akan terus dilanjutkan pada tahun mendatang sehingga kerusakan jalan yang hanya tersisa 18 persen bisa dituntaskan.

Warga banyak yang memberikan apresiasi karena kerusakan jalan yang sudah berlangsung bertahun-tahun akhirnya bisa diperbaiki.

“Anggaran perbaikan jalan yang dananya sekitar Rp 256 milyar kita harapkan bisa menuntaskan perbaikan infrastruktur jalan yang hanya tersisa 18 persen sesuai janji kampanye kami,” ungkap .

Bupati Sanjaya Harapkan TPID Berikan Solusi Penanganan Inflasi hingga Tingkat Desa

Pada kesempatan tersebut juga mengungkapkan kegiatan yang dilaksanakan hari ini juga ditujukan untuk melakukan refleksi kegiatan Bupati dan Wakil Bupati selama sekitar 10 bulan kepemimpinan.

Diantaranya, kegiatan berkantor di desa, menyerap aspirasi di desa dengan mengikuti kegiatan Musrendes, membangun infrastruktur di desa, serta mengembangkan desa digital, menanggulangi sampah dari sumbernya.

“Jadi basis dalam pembangunan selama 10 bulan ini konteksnya adalah membangun dari desa. Hal ini akan terus berlanjut di tahun-tahun mendatang,” tegasnya. ***

Artikel Lainnya

Terkini