Dekranasda Bali Fashion Day 2026: Wastra Jadi Sumber Kekuatan Ekonomi

29 Januari 2026, 16:14 WIB

 

Denpasar, Malam yang penuh warna pada tanggal 26 Januari 2026 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, menjadi saksi lahirnya komitmen baru bagi pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) lokal.

Dekranasda Bali Fashion Day (DBFD) 2026 bukan sekadar peragaan busana, melainkan momentum kebangkitan ekonomi kreatif Bali.

Dalam satu kali gelaran, transaksi penjualan produk IKM Bali Bangkit menembus lebih dari Rp255 juta, angka yang mencerminkan antusiasme masyarakat terhadap karya anak bangsa.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, selaku Ketua Harian Dekranasda, menegaskan DBFD adalah gagasan nyata dari Ketua Dekranasda Bali, Putri Koster, untuk mengangkat omzet IKM Bali Bangkit.

“Dalam satu malam, kita melihat bagaimana wastra Bali bukan hanya indah dipandang, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi,” ujarnya di hadapan Gubernur Bali Wayan Koster, Ibu Nancy Prananda Prabowo, serta jajaran tokoh perempuan dan perangkat daerah.

Gelaran perdana ini melibatkan 108 model dengan dukungan empat OPD, menampilkan busana adat hingga kasual yang seluruhnya merupakan produk IKM.

Setiap busana dibeli langsung dari tenant pameran Bali Bangkit, memastikan setiap langkah di panggung catwalk adalah dukungan nyata bagi para perajin lokal.

Mengusung tema Wastra Hitakara, DBFD menegaskan keindahan kain tradisional Bali bukan hanya warisan budaya, tetapi juga sumber kesejahteraan.

“Wastra adalah identitas, sekaligus peluang ekonomi. Melalui DBFD, kita ingin menunjukkan budaya bisa menjadi motor penggerak ekonomi daerah,” kata Putri Koster.

Dekranasda Bali merencanakan DBFD digelar sembilan kali sepanjang 2026, dengan sistem bergilir melibatkan perangkat daerah.

Strategi ini memastikan keberpihakan berkelanjutan terhadap IKM, sekaligus memperluas jangkauan pasar.

Sementara itu, pameran IKM Bali Bangkit di Art Center Denpasar akan terus berlangsung hingga 2030, menjadikan kawasan tersebut sebagai pusat belanja produk lokal berkualitas.

Harapan besar pun disampaikan: agar dukungan seluruh pemangku kepentingan semakin kuat, sehingga IKM Bali tidak hanya bertahan, tetapi tumbuh berdaya saing, berkelanjutan, dan menjadi tuan rumah di tanah kelahirannya sendiri.***

 

Berita Lainnya

Terkini