Denpasar-Sebagai upaya memberikan dukungan penguatan perekonomian masyarakat serta menciptakan peluang
pasar bagi Petani, Nelayan dan Perajin, Pemkot Denpasar menggelar Pasar Gotong
Royong Krama Bali yang berlangsung hingga bulan Desember 2020.
Pembukaan pasar gotong royong Krama Bali secara resmi dimulai Jumat
(14/8/2020).
Pandemi Covid-19 memberikan dampak serius di berbagai bidang. Selain
kesehatan masyarakat, bidang ekonomi mengalami goncangan hebat akibat Covid-19
ini.
“Pelaksanaan
pertama akan dibuka secara resmi mulai Jumat, akan berlangsung
setiap hari Jumat hingga bulam Desember mendatang,” ujar Asisten
Administrasi Umum Yang juga selaku Plt. Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan
Sekda Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan
Pelaksanaan Pasar Gotong Royong Krama Bali di Kantor Walikota Denpassr, Rabu
(12/8/2020).
Prinsipnya pelaksanaan Pasar Gotong Royong Krama Bali ini
merupakan sebuah upaya untuk mewujudkan komitmen Pemkot Denpasar
dalam mendukung penguatan serta menciptakan stimulus ekonomi bagi
masyarakat.
Tentunya ini
merupakan komitmen bersama lintas sektor untuk mendukung penguatan ekonomi
masyarakat di masa Covid-19 ini, selain itu juga untuk memberikan ruang
pemasaran bagi petani, nelayan dan perajin .
Eddi
didampingi Kabag Perekonomian dan SDA Setda Kota Denpasar, I Made
Saryawan menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan akan dipusatkan di Parkir Utara
Lapangan Lumintang setiap hari Jumat hingga Bulan Desember mendatang.
Adapun
peserta yang dilibatkan terdiri atas UMKM Binaan Dinas Pertanian, UMKM Binaan
Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan, UMKM Binaan Dinas Perindustrian dan
Perdagangan, serta UMKM Binaan Dinas Koperasi dan UKM yang masing-masing
mengirimkan 5 UMKM, sehingga terdapat 20 UMKM yang berpartisipasi.
“Tentu produk
yang dipasarkan merupakan hasil produksi petani, nelayan dan perajin, hal ini
dapat berupa pangan, sandang ataupun produk kerajinan lainya,” jelas Eddy. (rhm)