Dinkes Jogja Temukan Kluster Flu Berat Berkepanjangan

Dinkes Kota Yogyakarta memberikan perhatian kluster flu di sejumlah sekolah yang menunjukkan gejala lebih berat dan lebih lama dari biasanya.

9 Januari 2026, 20:19 WIB

Yogyakarta– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta memberikan perhatian serius terhadap laporan kluster flu di sejumlah sekolah yang menunjukkan gejala lebih berat dan durasi lebih lama dari biasanya.

Fenomena yang sempat viral dengan sebutan “Super Flu” ini mulai terdeteksi sejak September 2024 dan kembali menjadi perbincangan hangat di awal tahun 2026.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Yogyakarta, dr. Lana Unwanah, menjelaskan bahwa meski secara medis tetap tergolong influenza, karakteristik flu kali ini cukup menguras stamina penderitanya.

“Jika flu biasa umumnya pulih dalam 2-3 hari, kasus kali ini bisa bertahan hingga lebih dari satu minggu. Gejala yang paling menonjol adalah lemas ekstrem, sakit kepala yang hebat, dan batuk menetap yang sulit hilang,” ujar dr. Lana dalam jumpa pers di Kompleks Balai Kota, Jumat (9/1).

Sekolah menjadi lokasi paling rentan karena tingginya intensitas interaksi antar-siswa. Penularan melalui droplet (percikan udara) saat berbicara atau bersin membuat virus ini menyebar sangat cepat dalam ruang kelas yang padat.

Meskipun istilah “Super Flu” sering dikaitkan dengan Influenza A tipe H3N2, dr. Lana menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu mencampuradukkannya dengan COVID-19.

Super Flu (H3N2): Menyerang saluran pernapasan atas (hidung & tenggorokan).

COVID-19: Menyerang hingga ke paru-paru (alveolus) dan berisiko menyebabkan sesak napas berat.

Langkah Proteksi: Jangan Paksakan Anak Sekolah

Dinkes mengimbau orang tua untuk lebih bijak dalam memantau kesehatan buah hati. Anak-anak dan lansia merupakan kelompok yang paling rentan mengalami komplikasi.

“Jika anak menunjukkan gejala sakit, mohon segera diistirahatkan di rumah. Jangan dipaksakan masuk sekolah demi memutus rantai penularan di lingkungan pendidikan,” tegas dr. Lana.

Meski sempat ditemukan kasus H3N2 di DIY pada akhir 2024, kondisi saat ini di Kota Yogyakarta dinyatakan masih terkendali dan tidak masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB).

Warga diminta tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan melalui PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat):

Gunakan Masker: Terutama saat berada di kerumunan atau ketika merasa kurang sehat.

Cuci Tangan: Selalu gunakan sabun setelah beraktivitas di ruang publik.

Nutrisi & Istirahat: Jaga asupan gizi seimbang untuk memperkuat daya tahan tubuh sebagai self-limiting disease. ***

Berita Lainnya

Terkini