DIY Siaga Puncak Musim Hujan: Waspada Ancaman Hidrometeorologi Hingga Maret 2026

BPBD DIY memberi peringatan dini menyusul prediksi puncak curah hujan diperkirakan mengguyur wilayah ini sepanjang Januari hingga Februari.

13 Januari 2026, 15:00 WIB

Yogyakarta– Memasuki awal tahun 2026, masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diminta untuk memperketat kewaspadaan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY memberikan peringatan dini menyusul prediksi puncak curah hujan yang diperkirakan akan mengguyur wilayah ini sepanjang Januari hingga Februari.

Kepala Pelaksana BPBD DIY, Agustinus Ruruh Haryata, mengungkapkan, meski intensitas hujan pada dasarian kedua Januari ini masih terkategori menengah hingga tinggi tanpa sifat ekstrem, kesiapsiagaan tetap menjadi harga mati.

“Kita lebih baik siap daripada tergagap. Harapannya kita terhindar dari bencana, tetapi kesiapsiagaan harus tetap dikedepankan,” tegas Agustinus saat dikonfirmasi pada Selasa (13/1/2026).

Sejauh ini, Kabupaten Gunungkidul tercatat sebagai wilayah yang paling terdampak. Rentetan bencana mulai dari terjangan angin puting beliung hingga fenomena amblesan tanah di Kalurahan Girikerto, Panggang, telah memicu perhatian serius otoritas terkait.

Menanggapi fenomena tanah ambles, BPBD DIY bersama BPPTKG tengah menyiapkan langkah strategis berupa uji geolistrik.

Langkah ini penting untuk memetakan rongga bawah tanah dan aliran sungai purba yang menjadi karakteristik unik Gunungkidul.

“Hasil uji geolistrik ini akan menjadi penentu: apakah warga di sekitar lokasi aman, ataukah relokasi menjadi pilihan yang tak terelakkan demi keselamatan nyawa,” tambah Agustinus.

Hujan lebat juga tak luput merendam fasilitas pendidikan. SMK Kelautan Tanjungsari kembali menjadi korban banjir tahunan akibat lokasinya yang berada di cekungan. Air yang masuk ke ruang kelas praktis melumpuhkan kegiatan belajar mengajar.

Opsi relokasi atau peninggian konstruksi bangunan kini tengah dikaji untuk dilaporkan kepada Dinas Pendidikan DIY.

Mengingat status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi telah diperpanjang hingga Maret 2026, BPBD DIY telah menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC) di seluruh titik rawan, termasuk area rawan longsor di Kulon Progo dan Imogiri, Bantul.

Pemerintah menghimbau masyarakat untuk tidak hanya mengandalkan bantuan petugas, tetapi juga aktif melakukan mitigasi mandiri, seperti:

Memangkas dahan pohon yang rimbun dan rawan tumbang.

Membersihkan saluran drainase secara gotong royong untuk mencegah genangan.

Memantau rekahan tanah di sekitar tebing dan segera melapor jika ditemukan tanda-tanda pergeseran.

BPBD DIY memastikan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) akan terus memantau kondisi terkini 24 jam penuh. Masyarakat diminta segera melapor melalui saluran resmi jika terjadi situasi darurat di lingkungan masing-masing.***

Berita Lainnya

Terkini