Denpasar– PT Pegadaian Kantor Area Denpasar 1 resmi menggelar Festival Tring! sebagai upaya memperkuat literasi keuangan dan digitalisasi layanan bagi masyarakat Bali.
Bertempat di Main Atrium Level 21 Mall Denpasar, ajang yang berlangsung pada 23–24 Januari 2026 ini memadukan edukasi investasi dengan bazar lelang emas dan pemberdayaan UMKM.
Akselerasi Digitalisasi Melalui Aplikasi Tring!
Deputy Bisnis Kantor Area Denpasar 1, Kusumo Seno Aji, menyatakan festival ini merupakan bagian dari ekspansi nasional yang serentak diadakan di 61 area di seluruh Indonesia.
Fokus utamanya adalah memperkenalkan Tring!, aplikasi digital terbaru yang mengintegrasikan seluruh ekosistem layanan Pegadaian.
“Tring! dirancang untuk mempermudah masyarakat mengakses produk kami dalam satu genggaman, mulai dari ekosistem emas hingga pembiayaan berbasis mikro fidusia.
Di tengah ketidakpastian ekonomi, masyarakat perlu lebih selektif dalam memilih lembaga keuangan yang aman dan terpercaya,” ujar Kusumo dalam pembukaan acara, Jumat (23/1).
Dalam tinjauan ekonomi makro daerah, Kusumo mengungkapkan performa impresif Pegadaian Area Denpasar 1 sepanjang tahun lalu hingga awal 2026:
Realisasi 2025: Menyalurkan omzet sebesar Rp 6,5 triliun.
Performa Januari 2026: Hingga 22 Januari saja, omzet telah menyentuh angka Rp 660 miliar.
Penjualan Emas di Festival: Pada hari pertama, transaksi emas mencapai 800 gram, melampaui target awal yang hanya 200 gram. Angka ini diproyeksikan menembus lebih dari 1 kg pada akhir acara.
Menurut Kusumo, tingginya perputaran dana ini berdampak langsung pada penguatan daya beli dan modal usaha masyarakat, sehingga mampu menggerakkan roda ekonomi lokal secara signifikan.
Emas tetap menjadi instrumen primadona bagi masyarakat Bali. Kusumo menekankan bahwa investasi emas adalah langkah mitigasi risiko yang efektif karena nilainya yang cenderung stabil dan meningkat dalam jangka panjang.
“Secara historis, harga emas memiliki tren positif. Kami berkomitmen untuk terus mengedukasi masyarakat bahwa menabung emas bukan hanya soal gaya hidup, melainkan strategi pengelolaan keuangan untuk kesejahteraan masa depan,” tambahnya.
Festival ini juga menjadi panggung bagi pelaku usaha lokal, salah satunya Notina Klungkung. Putu Dian Pramayani, pemilik Notina Klungkung, menyambut baik kolaborasi ini sebagai sarana perluasan pasar bagi industri perhiasan perak dan emas lokal.
“Melalui bazar ini, kami dapat memperkenalkan desain terbaru langsung kepada calon pembeli. Sinergi dengan Pegadaian memberikan platform bagi UMKM untuk naik kelas dan lebih dikenal masyarakat luas,” ungkap Dian.
Selain edukasi bisnis, Festival Tring! dimeriahkan dengan berbagai kegiatan menarik seperti Talk Show, Fashion Show, serta bazar kuliner dan kerajinan UMKM binaan.***

