Denpasar – Tingginya angka penderita hipertensi dengan pengetahuan dan perilaku manajemen diri yang masih minim mendorong para akademisi dari Universitas Dhyana Pura (Undhira) untuk bertindak.
Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang diselenggarakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), dosen Prodi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Undhira sukses melatih pasien hipertensi di Kota Denpasar untuk mencegah komplikasi serius.
Dipimpin Dr. I Nyoman Purnawan, S.KM., MPH, tim Undhira fokus memberikan pelatihan manajemen diri berbasis pendekatan Health Belief Model (HBM).

Pelatihan ini menyasar 25 peserta prolanis (Program Pengelolaan Penyakit Kronis) di Pustu Tegal Harum, wilayah kerja Puskesmas Denpasar Barat I, di mana ditemukan data awal yang memprihatinkan: 56% peserta memiliki pengetahuan manajemen diri yang rendah, dan 42% memiliki perilaku yang juga rendah.
Tim Undhira menawarkan solusi dua arah:
Meningkatkan Pengetahuan melalui penyuluhan komprehensif tentang manajemen diri menggunakan pendekatan HBM.
Meningkatkan Perilaku melalui pelatihan Senam Relaksasi Otot Progresif (Progressive Muscle Relaxation / PMR).
Kegiatan dilaksanakan dalam dua sesi utama—sesi panel penyuluhan dan sesi Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang fokus pada praktik senam relaksasi. Sebelum dan sesudah intervensi, dilakukan pengukuran pengetahuan, perilaku, dan yang paling krusial, tekanan darah peserta.
Hasil pengabdian ini sungguh menggembirakan. Terjadi peningkatan rata-rata (mean) pengetahuan sebesar 3,10 dan peningkatan perilaku sebesar 3,40 pada peserta setelah mengikuti program.
Lebih lanjut, dampak kesehatan langsung yang terlihat adalah penurunan tekanan darah yang signifikan. Rata-rata tekanan darah peserta yang semula tinggi pada pretest di angka 150/95 mmHg berhasil turun menjadi 138/88 mmHg pada posttest.
Ini berarti terdapat penurunan rata-rata tekanan darah sebesar 12/7 mmHg yang dicapai setelah intervensi.
Bagi Dinas Kesehatan dan Puskesmas Kota Denpasar: Senam relaksasi otot progresif perlu diimplementasikan secara menyeluruh di fasilitas kesehatan dasar untuk pengendalian tekanan darah pasien hipertensi yang lebih komprehensif.
Bagi Pemerintah Kota Denpasar: Penting adanya kebijakan yang mendukung penerapan kegiatan senam ini di Puskesmas.
Bagi Masyarakat: Diperlukan adanya konsistensi dalam melaksanakan senam sebagai bagian penting dari manajemen diri untuk mengendalikan hipertensi dan Penyakit Tidak Menular (PTM) lainnya.
Keberhasilan program PKM ini menjadi bukti bahwa intervensi sederhana namun terstruktur, seperti penyuluhan dan senam relaksasi, dapat memberikan dampak besar dalam meningkatkan kualitas hidup dan mencegah komplikasi pada pasien hipertensi di Kota Denpasar. ***

