Ekonomi Bali Melejit: Intip Strategi BI dan Pelaku Usaha di BALINOMICS 2025

Kepala Perwakilan BI Bali, Erwin Soeriadimadja, menyatakan sejalan dengan upaya mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran terus diarahkan secara strategis.

26 Februari 2025, 04:49 WIB

Denpasar – Bali kembali menjadi pusat perhatian ekonomi dengan digelarnya BALINOMICS oleh Bank Indonesia Provinsi Bali pada 25 Februari 2025.

Dalam acara tersebut, Kepala Perwakilan BI Bali, Erwin Soeriadimadja, mengungkapkan keputusan penting dari RDG BI: mempertahankan BI-Rate di angka 5,75%. Langkah ini diambil untuk memastikan inflasi tetap stabil, nilai tukar Rupiah terjaga, dan ekonomi terus bertumbuh di tengah tantangan global.

Sejalan dengan upaya mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran terus diarahkan secara strategis.

Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) ditingkatkan untuk lebih mendorong penyaluran kredit/pembiayaan perbankan kepada sektor-sektor prioritas pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja, yang selaras dengan program Asta Cita Pemerintah.

Lebih lanjut, Erwin Soeriadimadja menyampaikan optimisme bahwa perekonomian Bali pada tahun 2025 akan mengalami pertumbuhan dalam rentang 5,0-5,8% (year-on-year/yoy), melampaui proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional yang diperkirakan berada pada kisaran 4,7-5,5% (yoy).

Optimisme ini didukung oleh keyakinan masyarakat yang tetap kuat, sebagaimana tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) bulan Februari 2025 yang berada pada level optimis sebesar 137,75, serta peningkatan penjualan ritel yang terindikasi dari kenaikan Indeks Penjualan Riil (IPR) menjadi 117,2 pada bulan Januari 2025.

Pelaku usaha pun tak kalah optimis. Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) di triwulan IV 2024 menunjukkan keyakinan mereka, dengan Saldo Bersih Tertimbang (SBT) mencapai 29,56%.

Untuk menjaga momentum ini, dibutuhkan sinergi berbagai pihak, fokus pada pariwisata berkualitas, dan membuka peluang di sektor lain seperti pertanian, perdagangan, dan investasi. Bank Indonesia pun terus berperan aktif, mendorong hilirisasi pangan melalui pembinaan UMKM dan penguatan pembiayaan.

BALINOMICS tak hanya menghadirkan data dan angka, tetapi juga suara dari pelaku industri. Gus Agung, sang nahkoda Bali Tourism Board, berbagi pandangannya.

Di tengah badai ekonomi global dan lesunya sektor MICE, ia menawarkan solusi jitu: diversifikasi produk wisata. Bayangkan, Bali tak hanya pantai, tetapi juga hutan, budaya, kuliner, dan kesehatan.

Infrastruktur dan aksesibilitas pun harus ditingkatkan. Pemasaran digital dan kolaborasi menjadi senjata ampuh untuk menarik wisatawan berkualitas.

Tak lupa, keberlanjutan lingkungan hidup menjadi prioritas, dengan regulasi lingkungan dan energi hijau yang ketat di sektor perhotelan dan transportasi.

Bali menatap masa depan dengan optimisme, mengandalkan strategi diferensiasi, pemasaran digital, infrastruktur mumpuni, kolaborasi erat, dan komitmen pada keberlanjutan. Keberlanjutan lingkungan, yang digaungkan oleh Gus Agung, menjadi sorotan utama di BALINOMICS.

Bank Indonesia pun tak tinggal diam, memberikan insentif pembiayaan hijau, seperti pelonggaran LTV/FTV hingga 100% untuk kendaraan dan properti ramah lingkungan. BI Bali juga aktif mengedukasi masyarakat tentang keuangan hijau dan membina UMKM yang peduli lingkungan.

Mewujudkan ekonomi hijau dan berkelanjutan bukanlah tugas satu orang, melainkan tanggung jawab bersama. Pertama, mari kita tumbuhkan rasa memiliki terhadap ekonomi hijau. Regulasi daerah yang kuat dan pengawasan ketat adalah kuncinya.

Kedua, kita butuh panutan, seperti kisah sukses pertanian organik di Gianyar. Ketiga, mari kita bangun model bisnis hilirisasi yang melibatkan semua pihak: petani, pelaku usaha, offtaker, pemerintah, dan lembaga pembiayaan.

BALINOMICS menjadi ajang bertemunya para stakeholder kunci: forkompinda, asosiasi, akademisi, perbankan, dan media. Sinergi yang terjalin diharapkan menjadi kekuatan pendorong bagi Bali untuk terus bersinar sebagai destinasi wisata kelas dunia yang berkelanjutan.

Bank Indonesia berkomitmen untuk menjadi bagian dari transformasi ekonomi Bali, menciptakan pertumbuhan yang merata dan kokoh. Sinergi dan kolaborasi ini juga menjadi kunci sukses dalam mewujudkan Asta Cita Pemerintah. ***

Berita Lainnya

Terkini