Ekspor Manggis Bali Melejit Jelang Imlek, Tembus Pasar Tiongkok

10 Februari 2026, 20:58 WIB

Denpasar, Menjelang perayaan Imlek yang jatuh pada 17 Februari mendatang, manggis asal Bali kembali mencuri perhatian pasar internasional.

10 Februari 2026, permintaan dari Tiongkok melonjak tajam, membuat ekspor buah tropis ini meningkat hingga tujuh kali lipat dibandingkan bulan sebelumnya.

Data Badan Karantina Indonesia mencatat, sepanjang 1 Januari hingga 9 Februari 2026, sebanyak 79,5 ton manggis telah tersertifikasi untuk ekspor ke Negeri Tirai Bambu.

Angka ini melonjak 700% dibandingkan Desember 2025 yang hanya mencatat 9,7 ton.

Popularitas manggis di Tiongkok bukan tanpa alasan. Buah berkulit ungu ini diyakini membawa simbol keberuntungan, kemakmuran, dan kesehatan.

Warna cerah serta rasa manisnya dianggap pas sebagai sajian istimewa maupun persembahan saat perayaan Imlek.

Kepala Karantina Bali, Heri Yuwono, menegaskan bahwa ekspor manggis bukan sekadar transaksi dagang, melainkan langkah nyata membuka pintu pasar global bagi komoditas unggulan Indonesia.

“Dengan penanganan sesuai protokol ekspor dan jaminan ketertelusuran, manggis Bali mampu bersaing di pasar internasional,” ujarnya.

Petugas Karantina memastikan buah yang dikirim memenuhi standar ketat negara tujuan, termasuk bebas dari hama seperti kutu putih, lalat buah, kutu tempurung, dan siput.

Langkah ini sejalan dengan arahan Kepala Barantin, Sahat M. Panggabean, melalui program Go Ekspor yang mendorong pelaku usaha meningkatkan ekspor pertanian dan perikanan secara berkelanjutan.

Program tersebut juga mendukung visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam melanjutkan industrialisasi demi nilai tambah ekonomi nasional.

Meski tren ekspor meningkat jelang Imlek, volume tahun ini masih lebih rendah dibanding periode sama tahun lalu yang mencapai 356,5 ton.

Penurunan dipicu oleh produktivitas manggis yang terdampak cuaca ekstrem, menyebabkan banyak bunga berguguran.

Berdasarkan sistem Best Trust, Karantina Bali telah melakukan 42 kali sertifikasi ekspor manggis dengan nilai mencapai Rp2,6 miliar.

Angka ini menjadi bukti meski tantangan iklim menghadang, manggis Bali tetap menjadi primadona di pasar global.***

Berita Lainnya

Terkini