Denpasar – Pertamina Patra Niaga resmi mengakhiri masa tugas Satuan Tugas Natal dan Tahun Baru (Satgas Nataru) 2025/2026.
Setelah bersiaga lebih dari dua bulan sejak November lalu, “pasukan khusus” penjaga energi ini sukses memastikan distribusi BBM, LPG, dan Avtur di wilayah Jatimbalinus, khususnya Bali, berjalan tanpa hambatan hingga arus balik usai.
Meski masa libur telah berakhir, data ekonomi menunjukkan dinamika konsumsi yang menarik di Bali.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Iwan Yudha Wibawa, mengungkapkan geliat ekonomi masyarakat dan pariwisata tercermin dari kenaikan serapan LPG sebesar 3,2% di atas rata-rata normal.
“Kami melihat aktivitas rumah tangga dan UMKM di Bali sangat tinggi selama periode ini.
Sementara itu, konsumsi Gasoline (BBM) dan Avtur tetap stabil di level tinggi, mengimbangi mobilitas wisatawan yang masih sangat masif,” ujar Yudha.
Sebaliknya, konsumsi Gasoil (solar) mengalami penurunan, sebuah anomali positif yang menandakan berhentinya sejenak aktivitas industri berat demi memberikan ruang bagi kelancaran arus lalu lintas liburan.
Keberhasilan ini tidak lepas dari strategi manajemen stok yang berlapis.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan infrastruktur energi di Bali terus beroperasi.
2 Terminal BBM (Fuel & Integrated Terminal) sebagai pusat suplai.
212 SPBU & 3 SPBUN yang bersiaga di setiap sudut jalur transportasi.
147 Agen LPG memastikan dapur masyarakat tetap mengepul.
Sistem Monitoring 24 Jam yang mengawasi ketahanan stok di level 8 hingga 15 hari.
Tahun ini, Pertamina tidak hanya sekadar menjual bahan bakar, tetapi juga menghadirkan kenyamanan bagi para pelancong. Serambi MyPertamina di Bandara Ngurah Rai menjadi primadona baru.
Fasilitas ini menjadikan Bali sebagai satu dari dua wilayah terpilih di Jatimbalinus yang menghadirkan layanan ekstra, termasuk fasilitas porter gratis yang sangat membantu para wisatawan.
“Apresiasi setinggi-tingginya kami sampaikan kepada tim lapangan yang siaga penuh, serta dukungan dari Pemerintah Daerah, TNI, Polri, dan rekan media yang membuat operasi besar ini berjalan mulus,” tambah Yudha.
Menutup masa Satgas yang berlangsung sejak 13 November 2025 ini, Ahad Rahedi menegaskan seluruh data lapangan akan menjadi bahan bakar untuk menyusun strategi yang lebih mutakhir.
“Evaluasi Satgas Nataru 2025/2026 adalah modal kami untuk memperkuat keandalan layanan di masa depan, terutama dalam menghadapi tantangan geografis dan lonjakan konsumsi yang tak terduga,” pungkasnya. ***

