Tabanan — Puncak Festival Ogoh-Ogoh Singasana III di Gedung Kesenian I Ketut Marya, Tabanan, berlangsung meriah dengan menghadirkan sepuluh karya ogoh-ogoh terbaik dari Sekaa Teruna (ST) pemenang tingkat kecamatan.
Ribuan masyarakat dari seluruh Kabupaten Tabanan dan luar daerah turut menyaksikan penampilan yang memukau tersebut.
Acara resmi dibuka oleh Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., didampingi Wakil Bupati I Made Dirga. Turut hadir perwakilan tokoh adat, anggota DPRD Provinsi Bali dan Kabupaten Tabanan, jajaran Forkopimda, serta undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Sanjaya menegaskan festival ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan wadah pembinaan seni, pelestarian budaya, sekaligus sarana mempererat kebersamaan antar Sekaa Teruna.
Tahun ini, sebanyak 64 ogoh-ogoh dari seluruh kecamatan mengikuti seleksi berjenjang hingga tingkat kabupaten.
Hasil penilaian dewan juri menetapkan ogoh-ogoh Adhikara Grahana karya ST Dharma Bhakti, Banjar Tampak Karang, Desa Apuan, Kecamatan Baturiti sebagai juara pertama.
Peringkat kedua diraih ST Tri Wikrama dari Banjar Kamasan, Desa Dajan Peken, Kecamatan Tabanan dengan karya *Ngerejeg Bhoma Palatra, sementara juara ketiga diraih ST Permata dari Banjar Tanah Bang, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri dengan ogoh-ogoh berjudul Kunti Seraya**.
Bupati Sanjaya mengapresiasi kreativitas para pemuda yang dinilai semakin berkembang setiap tahun.
Ia menekankan festival ini tidak hanya menjadi bagian dari perayaan menjelang Hari Raya Nyepi, tetapi juga ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan ide, memperkuat kebersamaan, serta memanfaatkan teknologi dalam pembuatan ogoh-ogoh.
“Festival Ogoh-Ogoh Singasana kini bukan hanya sekadar arak-arakan, melainkan sudah menunjukkan kualitas karya yang kreatif, inovatif, bahkan memanfaatkan teknologi sehingga ogoh-ogoh dapat bergerak.
Hal ini mencerminkan kecerdasan dan semangat luar biasa dari generasi muda Tabanan,” ujar Sanjaya.***

