Glaukoma Intai 18 Ribu Lansia di Bali, JEC Gelar Skrining Mata Gratis

Mayoritas kasus glaukoma baru terdeteksi saat sudah stadium lanjut karena sifatnya yang progresif tanpa nyeri

12 Maret 2026, 16:34 WIB

Denpasar – Menyambut Pekan Glaukoma Sedunia (World Glaucoma Week) yang jatuh pada 8–14 Maret 2026, JEC BALI @ Denpasar secara resmi menggelar rangkaian kampanye edukasi dan skrining mata gratis.

Mengusung tema global “Uniting for a Glaucoma-Free World”, inisiatif ini bertujuan menekan angka kebutaan permanen akibat glaukoma yang sering kali datang tanpa gejala.

Glaukoma merupakan penyebab kebutaan tertinggi kedua di Indonesia setelah katarak. Berbeda dengan katarak yang bisa disembuhkan melalui operasi, kerusakan saraf mata akibat glaukoma bersifat permanen.

Data menunjukkan situasi yang cukup mengkhawatirkan:

Fenomena Gunung Es: Sekitar 80–90% kasus tidak terdeteksi karena minimnya gejala awal.

Prevalensi Nasional: Mencapai 0,46% atau menjangkiti 4-5 dari setiap 1.000 penduduk Indonesia.

Kondisi di Bali: Berdasarkan data RAAB, diperkirakan 18.016 lansia di Bali mengalami kebutaan, yang menuntut urgensi deteksi dini.

Mayoritas kasus glaukoma baru terdeteksi saat sudah stadium lanjut karena sifatnya yang progresif tanpa nyeri.

“Skrining berkala adalah satu-satunya cara mencegah kehilangan penglihatan,” ujar Prof. DR. Dr. Widya Artini Wiyogo, SpM(K), Ketua Glaukoma Service JEC Group.

Sejalan ambisi Bali menjadi pusat wisata kesehatan dunia melalui KEK Sanur, JEC terus memperkuat layanan spesialis mata. Selain fasilitas di Denpasar, JEC tengah membangun JEC BALI @ Sanur dengan konsep “Blue Hospital” yang mengedepankan teknologi medis modern dan keberlanjutan.

Dr. Luh Putu Intan Kartika Chandra Dewi, SpM, dokter mata di JEC BALI @ Denpasar, menekankan bahwa teknologi diagnosis kini sudah sangat mumpuni.

“Kami menggunakan kombinasi tonometry, OCT, hingga pemeriksaan lapang pandang untuk mendeteksi kerusakan sekecil apa pun. Jika ditemukan lebih awal, tekanan bola mata bisa dikontrol melalui obat-obatan, terapi laser (SLT), maupun bedah invasif minimal (MIGS).”

Selama pekan peringatan ini, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan khusus, di antaranya:

Skrining Glaukoma Gratis: Pemeriksaan tekanan bola mata (Non-Contact Tonometry) dan pemeriksaan EyeCheck.

Edukasi Publik: Seminar dan webinar mengenai faktor risiko seperti riwayat keluarga, diabetes, dan penggunaan steroid jangka panjang.

Konsultasi Spesialis: Pendampingan bagi pasien dengan risiko tinggi (usia di atas 40 tahun atau penderita miopia tinggi). ***

Berita Lainnya

Terkini