Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 1,5 Km ke Selatan

BPPTKG mencatat luncuran awan panas Gunung Merapi berlangsung pukul 17.59 WIB, sekitar 1,5 kilometer ke arah selatan, hulu Kali Boyong.

15 Maret 2026, 04:42 WIB

Sleman – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi kembali meningkat pada Sabtu (14/3/2026) sore dengan terjadinya awan panas guguran.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat peristiwa tersebut berlangsung pukul 17.59 WIB, meluncur sejauh sekitar 1,5 kilometer ke arah selatan, tepatnya hulu Kali Boyong.

Amplitudo maksimum tercatat 16 mm dengan durasi 135 detik.

Selain awan panas, BPPTKG juga merekam aktivitas kegempaan cukup intens sepanjang periode pengamatan pukul 12.00–18.00 WIB.

Data menunjukkan satu kali gempa awan panas guguran, 31 kali gempa guguran dengan amplitudo 1–29 mm, serta 30 kali gempa hybrid dengan amplitudo 1–41 mm.

Secara visual, puncak Merapi tertutup kabut dengan cuaca berawan hingga mendung.

Meski terjadi peningkatan aktivitas, status Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga.

BPPTKG menegaskan potensi bahaya utama berupa guguran lava dan awan panas di sejumlah alur sungai berhulu Merapi, serta lontaran material vulkanik hingga radius tiga kilometer jika terjadi letusan eksplosif.

Suplai magma yang masih berlangsung dinilai dapat memicu awan panas guguran di wilayah potensi bahaya.

Masyarakat diimbau tidak beraktivitas di kawasan rawan bencana dan meningkatkan kewaspadaan terhadap awan panas maupun lahar, terutama saat hujan. BPPTKG juga mengingatkan kemungkinan gangguan abu vulkanik akibat aktivitas erupsi.***

Berita Lainnya

Terkini