Jakarta– Astra melalui Nurani Astra memperpanjang bantuan bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh hingga Sumatra Barat hingga awal tahun 2026 untuk memastikan para penyintas tidak berjalan sendirian di masa pemulihan.
Ketika genangan air mulai surut, masalah baru muncul: kelangkaan air bersih dan rusaknya fasilitas kesehatan. Menyadari hal ini, Astra melakukan langkah cepat melampaui sekadar bantuan pangan.
Fokus utama kali ini, membangun kembali fondasi kehidupan yang layak bagi warga terdampak di wilayah Aceh (Tamiang, Langsa, Bireuen), Sumatra Utara (Tapanuli), dan Sumatra Barat (Agam).
“Astra berharap dapat membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak. Bantuan tenda, air bersih, hingga kesiapan ambulans ini adalah bagian dari dukungan kami di awal masa pemulihan yang krusial,” ungkap Presiden Direktur Astra, Djony Bunarto Tjondro.
Salah satu terobosan paling vital dalam aksi ini adalah revitalisasi 126 unit ambulans yang tersebar di 31 titik strategis. Astra memahami bahwa ambulans adalah “detak jantung” layanan darurat.
Melalui kepakaran teknis dari AUTO2000, Astra Daihatsu, dan Astra Isuzu, armada kesehatan milik Dinas Kesehatan setempat yang sempat terdampak bencana kini kembali prima untuk melayani warga.
Nurani Astra membawa misi menyeluruh melalui bantuan tahap kedua ini, yang meliputi:
Hunian yang Layak: 600 unit paket shelter lengkap dengan tenda, kasur, dan selimut untuk melindungi warga dari dinginnya malam.
Akses Air Bersih: Pembangunan 5 instalasi air bersih dan fasilitas sanitasi guna mencegah wabah penyakit pascabencana.
Pemulihan Mental & Ibadah: Renovasi masjid serta pemberian 620 perlengkapan ibadah untuk mengembalikan ketenangan spiritual warga.
Masa Depan Anak-Anak: 750 paket perlengkapan sekolah agar proses belajar tidak terhenti oleh trauma bencana.
Perjalanan bantuan ini bukan langkah tunggal. Astra terus bergandengan tangan dengan Kementerian Kesehatan RI serta berbagai lembaga kemanusiaan.
Komitmen ini bersifat dinamis; Astra terus memantau situasi lapangan untuk memastikan bahwa setiap bantuan—mulai dari 135 ton beras hingga paket kebersihan personal—sampai ke tangan yang paling membutuhkan secara tepat sasaran.
Bagi Astra, ini bukan sekadar tentang menyalurkan bantuan, melainkan tentang menjaga martabat dan harapan masyarakat Sumatra agar dapat segera bangkit dan tersenyum kembali.***

