Yogyakarta – Malam itu, Malioboro bukan hanya riuh oleh langkah kaki wisatawan dan bau angkringan namun momen seremoni penyerahan alat musik oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon kepada seniman
Hadirnya Fadli Zon untuk menyapa denyut nadi seni yang hidup di empat sudut ikonik jalanan Jogja.
Di setiap titik, mulai dari depan Hotel Mutiara hingga keriuhan Pasar Beringharjo, ada kehangatan yang tak terlukiskan.
Para seniman jalanan, yang selama ini berjuang dengan alat seadanya, menyambut sang Menteri Fadli Zon yang hadir membawa pesan personal dari Presiden.
Yosi Graha, salah satu musisi senior, tak bisa menyembunyikan harapannya. Dengan tatapan serius di tengah kerumunan musisi, ia menekankan pentingnya kurasi.
“Kurasi itu penting, Pak. Karena di Malioboro ini wisatawan datang dari mana-mana. Kami berharap performance teman-teman bisa terus meningkat,” ujarnya.
Ia kemudian membagi kabar gembira yang membuat rekan-rekannya bersorak: bantuan alat musik baru telah tiba.
“Ini bentuk kepedulian pemerintah sampai ke akar bawah, agar kualitas performance teman-teman semakin meningkat,” katanya haru.
Dijawab dilokasi dihadapan musisi, Fadli Zon menegaskan pemerintah berkomitmen penuh membangun ekosistem seni jalanan yang lebih tertata dan berkelanjutan.
“Banyak musisi yang terkurasi, apalagi bila diorganisir oleh sebuah institut musik jalanan. Ke depan ini bisa menjadi sebuah ekosistem,” jelasnya.
Kendati demikian, ia menekankan bahwa Malioboro, sebagai ruang seni yang hidup sejak puluhan tahun lalu, harus terus menjadi etalase terbaik kreativitas musisi dan seniman lokal.
“Malioboro ini harus menampilkan komponen seni yang menarik dan berkualitas. Teman-teman sudah membuktikan semakin menarik, semakin bagus, dan tentu mendapatkan apresiasi tinggi dari masyarakat,” kata Fadli Zon.
Selain memberikan dukungan moral dan alat musik, Fadli Zon juga sempat menyanyikan lagu ‘O Sole Mio’ bersama salah satu grup musisi jalanan, yang langsung disambut riuh tepuk tangan dan rekaman ponsel para wisatawan.
Banyak pengunjung yang kemudian menyempatkan diri berswafoto bersama sang Menteri.
Fadli Zon berpesan kunjungannya dengan pesan agar seniman jalanan terus berkarya dan menjaga warisan budaya Indonesia.
“Kami dari Kementerian Kebudayaan bersama Bapak Presiden akan mendukung langkah memajukan kebudayaan nasional. Tidak boleh ada yang tertinggal/no one left behind. Termasuk musik tradisi dan angklung, warisan budaya takbenda UNESCO yang memperkenalkan kekayaan budaya kita,” pungkasnya***

