Hubungan Bali–Tiongkok Kian Erat, Imlek 2026 Jadi Simbol Kesejahteraan Bersama

12 Februari 2026, 07:00 WIB

Denpasar, Suasana hangat penuh kebersamaan mewarnai Resepsi Perayaan Tahun Baru Imlek 2026, Tahun Kuda, yang digelar Selasa, 10 Februari 2026 di Hongkong Garden, Denpasar.

Gubernur Bali Wayan Koster bersama Wakil Gubernur I Nyoman Giri Prasta hadir langsung menyampaikan ucapan Selamat Tahun Baru Imlek kepada seluruh umat yang merayakan.

Dalam sambutannya di hadapan Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Denpasar,

Zhang Zhisheng, Gubernur Koster menekankan Imlek bukan sekadar pergantian tahun dalam kalender lunar, melainkan sarat dengan nilai luhur: kerja keras, kejujuran, ketekunan, serta harmoni.

Nilai-nilai ini, menurutnya, sejalan dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi jati diri bangsa Indonesia.

“Perayaan Imlek yang dirayakan secara terbuka dan penuh sukacita adalah bukti nyata keberagaman budaya justru menjadi kekuatan, bukan perbedaan yang memisahkan,” ujar Koster.

Ia menambahkan, momentum Imlek juga memiliki potensi besar dalam memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali.

Tiongkok tercatat sebagai salah satu negara dengan kontribusi besar terhadap kunjungan wisatawan ke Bali.

Pada 2024, jumlah wisatawan Tiongkok mencapai lebih dari 448 ribu orang, dan meningkat signifikan pada 2025 menjadi lebih dari 537 ribu orang.

“Kunjungan wisatawan Tiongkok menempati posisi ketiga setelah Australia dan India,” jelas Koster.

Ia berharap hubungan baik antara Indonesia dan Tiongkok dapat terus berkembang, tidak hanya di bidang pariwisata, tetapi juga pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia melalui pertukaran pelajar, beasiswa, pelatihan, serta peningkatan kapasitas di bidang bahasa, teknologi, dan kepariwisataan.

Upaya ini diyakini akan melahirkan generasi muda Bali yang berdaya saing global, namun tetap berakar kuat pada budaya lokal.

Menutup sambutannya, Gubernur Koster menegaskan komitmen untuk menciptakan ruang inklusif, aman, dan kondusif bagi seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang suku, agama, maupun budaya.

“Marilah kita jadikan perayaan Tahun Baru Imlek ini sebagai momen istimewa untuk memperkuat persahabatan, mempererat kerja sama, dan menumbuhkan optimisme dalam membangun masa depan yang lebih baik,” tegasnya.

Sementara itu, Konsul Jenderal Zhang Zhisheng menekankan Imlek adalah hari raya tradisional terpenting bagi bangsa Tionghoa, sekaligus telah ditetapkan PBB sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia.

“Semoga Republik Rakyat Tiongkok dan Republik Indonesia senantiasa aman, damai, makmur, dan sejahtera,” ujarnya, seraya mendoakan kesehatan, kebahagiaan, dan kesuksesan bagi semua yang merayakan Tahun Kuda.***

Berita Lainnya

Terkini