ICMI Badung Perkuat Ketahanan Ideologi Melalui Simposium Anti-Radikalisme

Simposium Anti-Radikalisme dan Terorisme digelar ICMI Badung guna membentengi generasi muda dari ancaman radikalisme digital di media sosial.

2 Maret 2026, 06:41 WIB

BadungIkatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Daerah (Orda) Badung menyelenggarakan Simposium Anti-Radikalisme dan Terorisme di Ruang Kertha Gosana, Pusat Pemerintahan Badung, Minggu (1/3/2026).

Kegiatan ini bertujuan membentengi generasi muda dari ancaman radikalisme digital yang kian masif di media sosial.

Simposium ini dihadiri jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, aparat keamanan, serta organisasi kepemudaan masjid se-Kabupaten Badung.

Fokus utama diskusi mencakup tiga pilar penting: moderasi beragama, literasi digital, dan penguatan ideologi Pancasila.

Ketua Panitia, Abdullah Taib, menyatakan forum ini dirancang sebagai “benteng sosial” bagi pemuda.

Strategi utamanya adalah meningkatkan kapasitas generasi digital agar mampu menyaring informasi secara kritis dan tidak mudah terpapar paham ekstrem.

Ketua Umum ICMI Orwil Bali, Farida Hanum Ritonga, menegaskan Pancasila harus tetap menjadi fondasi dalam menghadapi ancaman ideologi radikal

Dia menekankan pentingnya kewaspadaan kolektif dan sikap toleransi yang tidak memaksakan keyakinan kepada pihak lain.

Pemerintah Kabupaten Badung memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif ini.

Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa melalui sambutan tertulis yang dibacakan Sekretaris Badan Kesbangpol Badung, Ni Made Umi Larasati, menyoroti bahwa radikalisme bukan sekadar masalah keamanan.

Radikalisme bisa tumbuh dari kesalahpahaman, rasa ketidakadilan, serta lemahnya literasi digital.

“Pendekatan kita tidak cukup hanya penegakan hukum, tetapi harus melalui penguatan pendidikan dan karakter,” tegas Bupati Arnawa dalam sambutannya.

Selain kemajuan ekonomi, ruang digital juga menjadi lahan subur penyebaran ujaran kebencian dan propaganda.

Menurutnya, Moderasi bukan melemahkan keyakinan, melainkan menempatkan keyakinan dalam koridor kebangsaan dan nilai kemanusiaan

Tantangan Daerah Wisata Karakter Badung yang heterogen dan dinamis memerlukan SDM yang berdaya saing sekaligus berkarakter kuat.

Simposium ini juga melibatkan unit Densus 88 Antiteror Polri untuk memaparkan strategi pencegahan terorisme di tingkat daerah.

Secara operasional, Pemkab Badung berkomitmen memperkuat sinergi dengan tokoh lintas agama serta mengintegrasikan wawasan kebangsaan dalam kurikulum pendidikan.

Kegiatan yang terselenggara atas kolaborasi dengan mitra strategis seperti Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia (BSI) ini, diakhiri dengan penegangan komitmen ICMI Orda Badung dalam menjaga keutuhan NKRI melalui jalur edukasi dan kolaborasi lintas sektor. ***

Berita Lainnya

Terkini