Idulfitri di Huntara: Presiden Prabowo Tunjukkan Kepedulian pada Warga Aceh Tamiang

Kehadiran Presiden Prabowo dinilai sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat Aceh Tamiang yang masih terdampak banjir dan longsor.  

22 Maret 2026, 09:41 WIB

Karang Baru– Presiden Prabowo bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto merayakan Idulfitri bersama masyarakat korban bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Sabtu (21/3).

Kehadiran Presiden disambut hangat warga di Bumi Muda Sedia.

Presiden tiba di Masjid Darussalam, Kecamatan Karang Baru, dan melaksanakan salat Id bersama warga penghuni hunian sementara (huntara) serta masyarakat sekitar.

Kehadiran Presiden dinilai sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat Aceh Tamiang yang masih terdampak banjir dan longsor.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden menyampaikan ucapan Idulfitri kepada masyarakat Indonesia. Ia berharap tahun mendatang membawa kebaikan bagi seluruh rakyat.

Presiden juga menegaskan, proses pemulihan pascabencana berjalan cepat, dengan warga yang sebelumnya tinggal di tenda pengungsian kini berangsur pindah ke huntara maupun hunian tetap.

Infrastruktur listrik hampir seluruhnya pulih, dan distribusi bantuan telah menjangkau masyarakat.

Presiden menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk TNI-Polri, BNPB, Kementerian PUPR, pemerintah daerah, serta kementerian/lembaga lain atas kerja sama dalam penanganan bencana.

Sumiati, warga penerima huntara dari Desa Sukajadi, mengungkapkan rasa syukur atas perhatian Presiden. Ia menyampaikan terima kasih atas bantuan yang telah diterima masyarakat.

Usai salat, Presiden melanjutkan silaturahmi dengan warga di masjid dan menyapa penghuni huntara yang berada di sekitar lokasi.

Presiden juga menyerahkan bantuan secara simbolis kepada korban bencana yang melanda Aceh Tamiang pada akhir November 2025.

Data BNPB per 19 Maret 2026 mencatat total 4.089 unit huntara di Kabupaten Aceh Tamiang.

Dari jumlah tersebut, 1.949 unit telah selesai dibangun BNPB dengan pendekatan insitu maupun komunal, sementara 2.140 unit lainnya dibangun oleh kementerian/lembaga serta pihak swasta.

Selain itu, sebanyak 1.426 keluarga terdampak menerima bantuan berupa dana tunggu hunian (DTH) yang telah sepenuhnya disalurkan.***

Berita Lainnya

Terkini