Denpasar – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Bali mengimbau seluruh masyarakat Bali agar tetap tenang dan waspada menyikapi aksi demonstrasi anarkis yang terjadi pada Sabtu, 30 Agustus 2025.
8mbauan ini dikeluarkan mengingat adanya informasi para demonstran anarkis tersebut sengaja didatangkan dari luar Bali.
Dalam siaran pers yang diterima Kabarnusa, FKUB Bali secara tegas menolak segala bentuk aksi anarkis di “Tanah Gumi Bali” dan meminta masyarakat untuk menjaga keamanan serta ketertiban.
Para tokoh agama, pimpinan lembaga, organisasi kemasyarakatan, dan tokoh masyarakat diminta untuk mengajak warganya agar bersama-sama bertanggung jawab menjaga keamanan.
FKUB juga meminta aparat keamanan di tingkat desa dan kelurahan, termasuk Desa Adat, agar berperan aktif dalam menjaga keamanan dan kenyamanan warga di wilayahnya.
Selain itu, FKUB menyatakan, mereka memahami dan menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. Namun, penyampaian aspirasi tersebut harus dilakukan secara santun, berbudaya, tidak anarkis, dan tidak melanggar peraturan yang berlaku.
“Tanah Gumi Bali” dinilai sebagai tempat kelahiran dan sumber kehidupan bagi seluruh masyarakat Bali, serta merupakan destinasi pariwisata dunia.
Oleh karena itu, FKUB mengajak seluruh komponen masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban demi keberlangsungan pariwisata dan perekonomian Bali yang sedang bangkit setelah pandemi COVID-19.
FKUB juga menyatakan dukungannya kepada TNI dan Polri untuk menindak tegas pelaku anarkis yang melanggar hukum, siapa pun mereka, dan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku. ***