Denpasar– Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto memimpin Tasyakuran Hari Bhakti Imigrasi (HBI) ke-76 tahun 2026 yang dipusatkan di Jakarta dan diikuti secara virtual oleh jajaran imigrasi di seluruh Indonesia, termasuk Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Bali.
Dengan tema ‘Imigrasi Berbakti, Indonesia Maju’, peringatan ini menjadi momentum penting bagi transformasi institusi pasca perubahan organisasi.
Dalam sambutannya, Agus Andrianto menegaskan peran imigrasi sebagai garda terdepan penjaga kedaulatan negara sekaligus motor penggerak ekonomi nasional.
Ia memaparkan capaian tahun 2025, di antaranya realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp10,45 triliun atau 159,59 persen dari target, serta keberhasilan berhasil menarik investasi senilai Rp48,29 triliun.
Rangkaian acara turut diwarnai penandatanganan Nota Kesepahaman dengan BIN dan LPDP, pencanangan pembangunan Zona Integritas, serta peresmian 18 kantor imigrasi baru untuk memperluas jangkauan layanan.
Dari sisi kemanusiaan, imigrasi menyalurkan bantuan dana sebesar Rp1,96 miliar yang dihimpun dari donasi pegawai untuk masyarakat yang membutuhkan, sebagai wujud nyata filosofi ‘Imigrasi Berbakti’
Meski terpusat di Jakarta, syukuran berlangsung khidmat dengan kehadiran Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, unsur Forkopimda, Kepala Kanwil Kemenkum Bali, Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Bali, serta seluruh Unit Pelaksana Teknis Imigrasi wilayah Bali.
Plh. Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Bali, Moch. Andri Budiman, menegaskan momentum HBI ke-76 menjadi pelecut semangat bagi jajaran imigrasi di Bali untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Sesuai arahan Menteri, kami berkomitmen memastikan setiap insan imigrasi bekerja dengan tulus dan transparan.
Layanan izin tinggal dan pengawasan orang asing harus memberi manfaat nyata bagi ekonomi dan keamanan Bali,” ujarnya.
Ia menambahkan, soliditas antara insan imigrasi dan pemasyarakatan di Bali akan terus diperkuat sebagai satu kesatuan, termasuk dalam mendukung program prioritas pemerintah daerah. ***

