Sleman -Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman menyiapkan sejumlah langkah penguatan literasi menyusul penurunan berbagai indikator literasi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada 2025.
Kepala Dinas,Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman Shavitri Nurmala Dewi, menyebutkan tingkat kegemaran membaca di Sleman yang sebelumnya berada di posisi kedua pada 2024, turun ke peringkat ketiga pada 2025.
Penurunan serupa terjadi di seluruh wilayah DIY dengan angka yang cukup signifikan. Meski demikian, indeks literasi masyarakat justru meningkat dari 54,05 pada 2024 menjadi 67,18 pada 2025.
Shavitri menegaskan, pihaknya melakukan konsolidasi dengan seluruh jajaran perpustakaan dan kearsipan Sleman untuk memperkuat program literasi.
Upaya ini sejalan dengan visi Bupati Sleman dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Empat program utama yang dijalankan meliputi penguatan perpustakaan desa, digitalisasi kearsipan yang ditargetkan rampung pada 2030, pengembangan layanan perpustakaan digital melalui program Sleman Baca dan Digital Literacy Corner*, serta penguatan literasi berbasis komunitas lewat Taman Bacaan Masyarakat (TBM).
Selain itu, Pemkab Sleman membuka Kafe Salam Literasi sebagai ruang aktivitas komunitas, mengoperasikan perpustakaan keliling Jaka Tingkir yang melayani lebih dari 80 sekolah setiap tahun, serta menghadirkan program dongeng Cendol Manis dan Jumat Ceria untuk anak usia dini.
Shavitri juga mengungkapkan kunjungan ke perpustakaan daerah rata-rata mencapai 15–20 orang per hari, dengan peningkatan saat libur sekolah.
Menariknya, sejumlah pengunjung aktif berasal dari latar belakang beragam, mulai dari pasangan mantan pengepul barang bekas yang kini membuka bengkel, pengemudi layanan antar makanan, hingga seorang pengamen bertato.
Untuk mendukung pengembangan literasi, Pemkab Sleman berencana membangun gedung perpustakaan daerah baru pada 2027 dengan kapasitas lebih besar untuk menampung koleksi 40 ribu judul buku.
Shavitri berharap fasilitas tersebut dapat memperkuat posisi Sleman sebagai kabupaten literasi. ***

