Indonesia Kirimkan 124 Ton Bantuan untuk Myanmar Pasca Gempa Bumi Besar

sebanyak 124 ton bantuan kemanusiaan, senilai 1,2 juta USD, diberangkatkan dari Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, sebagai wujud solidaritas kepada negara tetangga yang sedang berjuang bangkit dari kehancuran.sebanyak 124 ton bantuan kemanusiaan, senilai 1,2 juta USD, diberangkatkan dari Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, sebagai wujud solidaritas kepada Myanmar negara tetangga yang sedang berjuang bangkit dari kehancuran.

4 April 2025, 05:24 WIB

Jakarta– Di tengah duka mendalam yang menyelimuti Myanmar pasca gempa bumi dahsyat berkekuatan 7,7 magnitudo, pemerintah Indonesia bergerak cepat.

Kamis pagi (3/4), sebanyak 124 ton bantuan kemanusiaan, senilai 1,2 juta USD, diberangkatkan dari Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, sebagai wujud solidaritas kepada negara tetangga yang sedang berjuang bangkit dari kehancuran.

Dalam sebuah upacara pelepasan yang sarat haru, Menteri Luar Negeri Sugiono, didampingi Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Prof. Pratikno, Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, dan sejumlah pejabat tinggi lainnya, memimpin delegasi yang berkomitmen membawa harapan bagi korban terdampak.

Sugiono menegaskan bahwa bantuan ini dirancang berdasarkan kebutuhan mendesak masyarakat Myanmar, mulai dari shelter, alat kesehatan, hingga obat-obatan.

Bantuan ini adalah hasil kolaborasi yang erat, disesuaikan dengan hasil diskusi bersama Kementerian Luar Negeri ASEAN beberapa waktu lalu,” ujarnya di depan peserta apel.

Derita yang Masih Bertambah

Hingga kini, angka korban terus bertambah. Lebih dari 2.800 jiwa dinyatakan meninggal dunia, 4.346 orang terluka, dan ratusan lainnya masih dalam pencarian. Namun, kabar baik datang dari pantauan KBRI di Myanmar: hingga saat ini, belum ada laporan Warga Negara Indonesia (WNI) yang turut menjadi korban.

“Saya sangat berharap seluruh WNI di Myanmar berada dalam keadaan baik,” tutur Sugiono dengan nada penuh harap.

Misi Bantuan Tahap Ketiga

Bantuan kali ini merupakan pengiriman tahap ketiga dari pemerintah Indonesia. Sebelumnya, personel INASAR telah diberangkatkan untuk mendukung penanganan darurat pada 1 April lalu.

Kepala BNPB, Letjen TNI Dr. Suharyanto, memaparkan bahwa pengiriman logistik senilai 20 miliar Rupiah ini melibatkan dua pesawat, yakni pesawat kargo dan Garuda Indonesia.

“Logistik ini mencakup berbagai kebutuhan seperti makanan siap saji, tenda pengungsian, alat kesehatan, hingga perlengkapan dapur umum,” jelasnya.

Tak hanya itu, 157 personel gabungan diterjunkan, termasuk tim Emergency Medical Team (EMT). Sebanyak 92 personel sudah tiba di Myanmar, sementara 65 lainnya dijadwalkan berangkat hari ini, lengkap dengan peralatan operasional seperti genset dan kendaraan truk.

Solidaritas Melampaui Batas

Suharyanto berharap bantuan ini dapat mengurangi beban masyarakat Myanmar yang kehilangan banyak hal dalam sekejap. “Solidaritas ini adalah bukti nyata persaudaraan ASEAN. Kami hadir untuk mereka,” tutupnya. ***

Berita Lainnya

Terkini