IOI Apresiasi Keterlibatan Kampus Dorong Lahirnya Kendaraan Pedesaan

12 Maret 2017, 11:15 WIB
Presiden IOI Made Dana Tangkas  (tengah) dan tim Mahasiswa ITS Surabaya (foto:kabarnusa)

DENPASAR – Presiden Institut Otomotif Indonesia (IOI) Made Dana Tangkas menyampaikan apresiasinya atas keterlibatan dan dukungan kalangan perguruan tinggi dalam lombe desain kendaraan desa guna mewujudkan lahirnya kendaraan untuk masyarakat pedesaan.

Hal itu disampaikan Dana menanggapi hasil karya mahasiswa berbagai perguruan tinggi di Tanah air dalam mendesian kendaraan yang tepat guna sesuai dengan kebutuhan masyarakat di desa.

“Dari desain yang sudah ada ini, kita sangat mengeprasiasi sekali, terima kasih kepada kalangan perguruan tinggi negeri dan swasta yang sudah berupaya susah payah siapkan ide dan desainnya,” ujar Dana di sela penutupan pameran ekspo industri kreatif mobil dan motor seni di Bali Creatif Industry Center (BCIC) Denpasar, Minggu (12/3/17).

Dari semua desain yang dibuat para mahasiswa itu, akan dijadikan cikal bakal untuk referensi terhadap yang akan didesain kendaraan pedesaan yang sebenarnya. Desain kendaraan pedesaan itu diharapkan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat desa akan tranportasi yang memadai untuk mendukung mobilitas.

“Desain ini, bisa kita combine dengan ide yang sudah ada sekarang dan ini bisa disempurnakan lagi, sehingga benar-benar keberadaan kendaraaan pedesaan ini menjadi suatu produk yang dicintai, disukai dan akhirnya digunakan secara massif oleh masyarakat,” sambung alumnus Teknik Industri ITB Bandung itu.

Harapannya, para pelaku ekonomi atau petani desa dapat menggunakan kendaraan tersebut guna mengatasi kendala dihadapi selama ini dari sisi akses transportasi yang sesuai dengan kondisi lingkungan desa.

Sebelumnya, tahap genetasi pertama desain kendaraan pedesaan juga telah dibuat oleh Tim Kementerian Perindustrian dan sudah menjalani uji tes hingga 100 ribu KM. Saat ini, tengah dirancang untuk generasi yang kedua, nantinya akan diubah penampilan, sehingga lebih aplicable agar bisa lebih mudah diproduksi di masyarakat baik di pusat maupun di daerah.

Dana melanjutkan, bagaimana nantinya kendaraan pedesaan itu bisa diproduksi di karoseri-karoseri di daerah, menjadi produk yang riil tepat guna dan memenuhi kebutuhan masyarakat. “Sekarang kita lakukan generasi kedua, suatu modifikasi dalam kabin dan nantinya fungsinya terkait dengan keterpaduan dengana alat mesin pertanian atau (alsinta),” jelasnya.

Dengan begitu nantinya, ada keterpaduan kendaraan pedesaan dengan alat mesin pertanian ini, bisa menjadi padu sehingga bisa dipergunakan masyarakat pedesaan.

Juara I lomba desain kendaraan pedesaan karya mahasiswa ITS 

Disinggung kapan desain kendaraan pedesaan itu akan diproduksi, Dana mengaku sejauh ini belum memikikirkan secara detil sejauh itu. Yang dilakukan saat ini, bagaimana melihat kesiapan, prduk dan prototype dan nantinya juga bisa jadi suatu basis industri.

Karenanya,saat ini baru dirancang dengan harapan suatu saat misalnya tahun 2017 bulan Agustus ini, bisa ditampilkan ide terhadap komersialisasi. Ini sedang berjalan prosedur untuk itu, dengan melibatkan banyak kalangan, akademisi, bisnis, pemerintah dan berbaga komunitas di masyarakat

PIhaknya juga akan melihat bagaimana kesiapan-kesiapan daerah dalam merespons komersialisasi terhadap kendaraan tersebut. Diakuinya, beberapa kabupaten dan provinsi menyampaikan ketertarikan atas gagasan kendaraan itu sehingga akan dilakukan pembahasan bersama lebih lanjut nantinya.

“Ini perlu dipelajari lebih dalam, supaya apa yang kita buat ini bener-bener bermanfaat, “imbuhnya.

Dalam lomba desain kendaraan pedesaan tersebut, Tim Mahasiswa Institut Tekonologi 10 November (ITS) Surabaya berhasil menjadi juara pertama sehingga karyanya akan dipamerkan di Istana Negara dan berhak mendapat hadiah Rp25 juta. (rhm)

Berita Lainnya

Terkini