Yogyakarta – Wakil Presiden RI ke 10 2004 – 2009 Jusuf Kalla (JK), menyampaikan hasil pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah tokoh di Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa, 3 Maret 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan JK usai menjadi pembicara tarawih di Masjid UGM Yogyakarta, Kamis, 5 Maret 2026.
Dalam pertemuan itu, menurut JK, Presiden Prabowo membahas kondisi negara serta kebijakan-kebijakan pemerintah terkini.
“Ya, bagaimana keadaan negara. Dijelaskan juga soal kebijakan-kebijakan terhadap negara,” ujarnya.
Selain isu dalam negeri, JK juga menyinggung konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat.
Ia berharap sikap diplomatik pemerintah Indonesia lebih tegas.
“Tentu kami berharap beliau memberikan simpatilah kepada Iran,” kata JK.
Menanggapi wacana Indonesia sebagai mediator konflik, JK menilai perhatian utama seharusnya tertuju pada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
“Niat baik itu ada, tapi mendamaikan perang tidak mudah. Justru yang harus diberikan atensi ya Trump karena dia menyerang. Pemerintah Indonesia sebaiknya minta agar board of peace dipergunakan untuk kedamaian,” tegasnya.
JK juga menekankan bahwa dinamika perang modern tidak lagi ditentukan oleh jumlah tentara, melainkan oleh penguasaan teknologi.
“Perang sekarang bukan lagi soal banyaknya tentara, melainkan siapa yang menguasai teknologi,” pungkasnya.***

