JAFF ke-20 Dibuka: Fadli Zon Ungkap Film Indonesia Capai Puncak, Tembus 75 Juta Penonton!

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon menyatakan JAFT bertransformasi dari komunitas menjadi institusi budaya pembentuk ekosistem film Asia.

30 November 2025, 05:32 WIB

Yogyakarta — Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, secara resmi membuka perhelatan akbar Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) ke-20 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, Sabtu (29/11/2025).

Pembukaan yang dihadiri Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, delegasi besar Prancis, dan ratusan insan film internasional ini menjadi panggung apresiasi terhadap lonjakan signifikan industri sinema Tanah Air.

Dalam sambutannya yang menggugah, Fadli Zon memuji konsistensi JAFF selama dua dekade, menyebut festival tersebut telah bertransformasi dari inisiatif komunitas menjadi institusi budaya pembentuk ekosistem film Asia.

“Dua dekade JAFF berdiri sebagai bukti komitmen yang teguh dalam memelihara ruang dialog budaya melalui sinema. Sejak didirikan pada 2006, JAFF telah berkembang menjadi institusi budaya yang membentuk ekosistem film Asia,” tegasnya.

Mengusung tema “Transfigurasi,” Fadli Zon menekankan JAFF ke-20 merefleksikan semangat transformasi budaya dan kreativitas Indonesia. Festival ini tak hanya menjadi ajang tontonan, melainkan “ruang transfigurasi budaya,” tempat di mana keberagaman memperkuat solidaritas antarbangsa.

Apresiasi internasional terhadap JAFF pun meningkat tajam, dibuktikan dengan penayangan 227 film dari 43 negara tahun ini, diseleksi dari total 895 film yang mendaftar.

“Masyarakatnya  internasional semakin mempercayai kualitas kerja kuratorial dan kekayaan budaya kita,” ujar Fadli, menyoroti posisi Indonesia sebagai bangsa dengan kekayaan budaya tak tertandingi.

Sorotan utama Menteri Kebudayaan adalah perkembangan pesat industri film nasional sepanjang 2025.

“Sepanjang tahun ini, 150 film Indonesia berhasil diproduksi, dengan 144 di antaranya dirilis di bioskop-bioskop di seluruh negeri,” ungkapnya.

Namun, capaian paling fenomenal adalah dominasi pasar. Hingga November 2025, jumlah penonton film Indonesia telah menembus angka luar biasa: 75 juta penonton!

Angka ini menjadikan film nasional menguasai 70 persen pangsa pasar dari total box office nasional.

 

“Ini capaian yang sangat menggembirakan. Artinya, film Indonesia bukan hanya hadir, tetapi juga memimpin pasar di negeri sendiri,” kata Fadli Zon, disambut riuh tepuk tangan.

Penguatan ekosistem penayangan, didukung oleh 458 bioskop dengan 2.256 layar yang tersebar luas, disebut sebagai pondasi utama keberhasilan ini.

Meskipun merayakan prestasi, Fadli Zon tidak melupakan tantangan pelestarian. Ia secara khusus menyoroti pentingnya arsip film nasional sebagai warisan budaya.

“Arsip film adalah warisan budaya. Budaya material arsip ini sangat mudah rusak, dan persoalan IP juga kerap menjadi kendala. Tapi dengan kerja sama semua pihak, kita harus menyelamatkan ini,” tegasnya.

Untuk itu, Menteri Kebudayaan menyatakan bahwa Indonesia membutuhkan museum film yang lebih representatif dan dapat diakses publik, menjadikannya agenda penting ke depan.

Sebagai penutup, Fadli Zon berharap usia ke-20 JAFF menjadi momentum untuk memperkuat sinema sebagai ruang kolaborasi lintas sektor.

“Semoga JAFF terus menjadi sumber cahaya yang membantu kita memahami dunia melalui keindahan, keberagaman, dan empati,” pungkasnya. ***

Berita Lainnya

Terkini