Jangan Panik Dulu! Memahami Benjolan Payudara Sesuai Usia: Kapan Harus Waspada?

Dr dr IB Suryawisesa dari RS Kasih Ibu memaparkan, pemahaman tumbuh kembang payudara dan usia pasien kunci menentukan penanganan yang tepat.

13 Desember 2025, 19:40 WIB

Gianyar– Kekhawatiran akan benjolan pada payudara seringkali memicu kepanikan, namun tidak semua benjolan adalah pertanda bahaya.

Dr. dr. IB Suryawisesa, SpB(K) Onk – Subspesialis Bedah Ongkologi RS Kasih Ibu Saba Gianyar memaparkan,  pemahaman /tentang tumbuh  kembang payudara dan usia pasien adalah kunci untuk menentukan langkah penanganan yang tepat.

Menurut dr. Surya, fase tumbuh kembang payudara dimulai sejak masa menstruasi dan umumnya berlangsung hingga usia 16 tahun, atau sebelum masa kehamilan dan menyusui.

Pada fase awal ini, gangguan tumbuh kembang kerap terjadi dan memunculkan benjolan, namun sebagian besar tidak berbahaya

“Di awal ini, banyak terjadi gangguan tumbuh kembang. Tidak ada yang berbahaya di situ, tapi pasiennya malah panik. Ini berbanding terbalik dengan benjolan yang muncul sesudah 40 tahun,” jelas dr. Surya dalam perbincangan baru-baru ini.

Benjolan yang sering muncul di fase ini, yang merupakan penyimpangan tumbuh kembang, meliputi:

Kista: Kantong berisi cairan. Kista sederhana cukup ditangani dengan fungsi (pengeluaran cairan melalui suntikan) dan tidak memerlukan pembedahan.

Fibroadenoma Mammae (FAM): Benjolan dari jaringan kelenjar.

Fibroadenoma (Fibroadenoma Tumor) dan Phyllodes Tumor (PT): Benjolan dari jaringan ikat.

Manajemen untuk FAM dan PT umumnya sama: pembedahan hanya dilakukan jika ukuran benjolan lebih dari 2 cm. Benjolan kecil seringkali diprediksi akan menghilang seiring bertambahnya usia payudara.

Titik balik kekhawatiran adalah pada usia 30-40 tahun, di mana muncul kesadaran untuk mulai waspada terhadap potensi keganasan. Puncak kewaspadaan adalah usia 40 tahun ke atas.

Menariknya, dr. Surya menyebutkan adanya paradoks: pasien dengan benjolan usia 40 tahun ke atas cenderung lebih santai karena benjolan keganasan seringkali tidak sakit, padahal justru dokter yang lebih panik.

“Kalau usia 40 ke atas, kita harus membuktikan dulu keganasan adalah yang utama,” tegasnya.

Aturan Emas untuk Benjolan Keganasan:

Ketika mencurigai adanya keganasan, penanganannya berbeda total. Tidak ada waktu untuk menunggu.

Tindakan Cepat: “Indikasi untuk pembedahan (jika terbukti ganas) tidak boleh menunggu,” kata dr. Surya. Pasien tidak boleh menunda penanganan hingga bulan atau tahun berikutnya.

Bukti Medis Mutlak: Benjolan harus segera dibuktikan keganasan atau tidaknya melalui pemeriksaan klinis dan penunjang.

Ciri Keganasan Klinis: Benjolan yang dicurigai ganas umumnya memiliki sifat:

Cepat tumbuh dan berkembang.

Tidak sakit.

Menyebar ke tempat jauh, terutama ke kelenjar getah bening di ketiak (walaupun ketiak seringkali tidak sakit).

Rasa sakit baru timbul jika sudah menyebar ke organ seperti tulang.

Dengan memahami pola perkembangan payudara dan perbedaan benjolan jinak dan ganas, setiap wanita diharapkan dapat menyikapi temuan benjolan dengan tepat: tetap tenang di usia muda, namun waspada dan segera bertindak di usia matang. ***

Berita Lainnya

Terkini