Yogyakarta – Pemerintah Kota Yogyakarta mengambil langkah taktis dalam merespons kerusakan infrastruktur akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayahnya.
Fokus utama penanganan saat ini tertuju pada titik kerusakan terparah, yakni talud Sungai Buntung di Kelurahan Kricak, Kemantren Tegalrejo, yang ambrol pada Sabtu (17/1) lalu.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengonfirmasi tim dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) telah melakukan inspeksi lapangan secara menyeluruh.
Ia memastikan sebagian besar perbaikan infrastruktur yang rusak sudah masuk dalam skema perencanaan anggaran tahun 2026.
“Kemarin PU sudah mengecek langsung. Sebagian sudah kami anggarkan tahun ini, termasuk kerusakan yang terjadi di sekitar area jembatan,” ujar Hasto saat ditemui di Balai Kota Yogyakarta, Senin (19/1).
Mengingat kompleksitas struktur di bantaran sungai, Pemkot Yogyakarta tidak bekerja sendirian. Hasto menjelaskan bahwa pihaknya tengah membangun komunikasi intensif dengan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO), terutama untuk area yang bersinggungan dengan kewenangan pusat.
Pemkot Yogyakarta: Fokus pada pemulihan struktur talud di bawah jembatan.
BBWSSO: Menangani normalisasi dan pengelolaan saluran air.
Status Terkini: Rapat koordinasi lanjutan digelar hari ini untuk mempercepat eksekusi di lapangan.
Meskipun besaran dana total belum dirinci karena proses pengerjaan akan dilakukan secara bertahap berdasarkan tingkat kerusakan, Hasto menjamin prioritas diberikan pada titik-titik yang berdampak langsung pada mobilitas dan keamanan warga.
Di tengah ancaman cuaca ekstrem yang diprediksi masih berlanjut, Wali Kota memberikan pesan yang menggugah bagi seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, kesiapan pemerintah tidak akan maksimal tanpa dukungan perilaku masyarakat dalam menjaga lingkungan.
“Jangan sampai sungai dan selokan kita mampet. Saya mengimbau warga kota untuk terus menjaga kebersihan. Jangan membuang sampah ke saluran air karena itu adalah bibit bencana,” tegas Hasto.
Peristiwa ambrolnya talud sepanjang 10 meter di wilayah Bangunrejo RT 57 RW 13, Kricak, menjadi pengingat nyata. Kerusakan tersebut tidak hanya mengancam fisik bangunan, tetapi juga melumpuhkan akses vital seperti Jembatan Merah dan fasilitas sosial Balai Pertemuan warga.
Pemkot Yogyakarta berkomitmen untuk menyelesaikan perbaikan secara berkelanjutan, sembari mengajak masyarakat bahu-membahu meminimalisir risiko bencana di lingkungan masing-masing. ***

