Yogyakarta – Kasus hilangnya barang bawaan penumpang, seperti yang dialami oleh Anita Dewi—pengguna KRL tujuan Rangkasbitung yang kehilangan tumbler bermerek—kembali menjadi sorotan dan memicu peringatan serius dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 6 Yogyakarta.
KAI mengimbau para pelanggan untuk meningkatkan kewaspadaan agar insiden serupa tidak terulang.
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni, menegaskan tanggung jawab atas barang bawaan sepenuhnya ada di tangan penumpang. Meski demikian, sebagai komitmen pelayanan, KAI menyediakan sistem Lost and Found yang adaptif untuk membantu penemuan kembali.
“Kami terus mengimbau seluruh pelanggan untuk senantiasa memeriksa kembali barang bawaannya saat akan meninggalkan stasiun atau setelah turun dari kereta api,” ujar Feni pada Jumat (28/11/2025)
Peringatan ini diperkuat dengan data mencengangkan. Sepanjang Januari hingga Oktober 2025, KAI Daop 6 mencatat sebanyak 994 item barang tertinggal di area stasiun maupun dalam kereta. Total nilai dari barang-barang ini diperkirakan mencapai Rp1,8 miliar.
Barang-barang yang paling sering tertinggal didominasi oleh barang berharga, seperti laptop, telepon genggam, dompet, hingga powerbank.
“Barang yang paling sering tertinggal didominasi barang berharga seperti laptop, telepon genggam, dompet, hingga powerbank,” ungkap Feni.
Untungnya, sistem Lost and Found KAI menunjukkan efektivitasnya. Dari total barang yang ditemukan, 84 persen telah berhasil diambil kembali oleh pemiliknya setelah melalui proses verifikasi yang ketat. Sisanya masih dalam proses pendataan dan menunggu klaim.
Feni menambahkan petugas secara rutin, baik melalui announcer di stasiun maupun di dalam kereta, telah menyampaikan peringatan agar penumpang tidak meninggalkan barang berharga di kursi atau rak bagasi.
Selain kewaspadaan di gerbong, Feni juga menekankan pentingnya manajemen waktu sebelum bepergian.
“Perhatikan jadwal keberangkatan, bawalah barang pribadi secukupnya, dan datanglah lebih awal supaya tidak terburu-buru. Begitu juga saat akan turun dari kereta, pastikan semua barang telah dibawa,” tegasnya.
Apabila terjadi kejadian ketinggalan barang, masyarakat dapat segera menghubungi petugas stasiun, layanan Lost & Found KAI, atau melalui Contact Center 121.
Melalui layanan yang adaptif dan berorientasi pada pelanggan, termasuk ketersediaan sistem Lost & Found, KAI berharap masyarakat semakin nyaman dan menjadikan kereta api sebagai pilihan transportasi utama. ***

